Hari HAM Internasional Diperingati Di Makassar
Penulis : Sultan Abdul Rejab Sota
Makassar, Cakrawalaide.com – Komite Aksi HAM mengadakan unjuk rasa dalam menyambut hari Hak Asasi Manusia (HAM) internasional di bawah di Fly Over Jl. A. P Pettarani – Makassar pada senin, (11/12/2023)
Ijul salah satu massa aksi menuturkan bahwa unjuk rasa dalam memperingati hari HAM sedunia dengan tajuk “MEREBUT HAM” merupakan hasil perembukan dari beberapa organisasi yang terlibat gerakan.
“Aksi ini diinisiasi oleh berbagai organisasi maupun individu yang mengangkat satu teklain merebut HAM itu lahir dari berbagai analisis kawan-kawan dari situasi hari ini,” jelas Ijul
Peringataan hari HAM pada (10/12/2023) semua organisasi maupun individu yang terlibat bisa leluasa dalam menyatakan sikapnya terhadap hak asasi manusia baik itu kasus pelanggaran nasional maupun internasional.
“Jadi aksi kali ini nda seperti aksi – aksi sebelumnya mungkin semua orang, semua organisasi bebas untuk menyampaikan pandangan politiknya terkait situasi HAM hari ini Jadi nda ada isu spesifik misalkan di angkat secara umum, tapi seluruh kawan-kawan bebas untuk mengangkat isunya masing-masing bisa mengangkat berbagai hal yang menurutnya sebagai pelanggaran HAM di indonesia maupun di dunia,” ungkap Ijul
Menurut Fredi salah satu masa aksi memperingati hari HAM sedunia tidak hanya dengan diskusi serta pameran, baginya diperlukan juga kolaborasi seluruh rakyat.
“Hari HAM kali ini kebanyakan dirayakan dengan diskusi maupun festival, tapi yang paling pokok menurut kami adalah turun dengan aksi massa yang besar” ucapnya
Lebih lanjut fredi akan memilih “Golput” pada pemilu 2024 nantinya. Menurutnya para bakal calon presiden dan wakil presiden tidak meninjau permasalahan HAM yang terjadi di Indonesia.
“Calon presiden maupun cawapres tidak pernah menyoroti soal HAM dan menurut kami, mereka tidak pernah menyoroti hal itu. Menurut kami pemilu bahkan pemilu tahun ini lebih baik ditiadakan saja, maksudnya saya ini lebih memilih golput saja karena nda ada yang menyoroti soal HAM”, ujar Fredi
Lebih lanjut, mahasiswa ini juga menuturkan kekecewaannya terhadap birokrasi kampusnya yang selalu berupaya membatasi pergerakan mahasiswa melalui aparat keamanan yang secara tidak langsung mempersempit kebebasan berekspresi dalam lingkup perguruan tinggi.
“Jadi saya curhat sedikit nah, jadi di kampus saja kami selalu diintai sama intel bahkan satpam selalu na datangi padahal kami bahkan jujur-jujuran saja kami tidak menyerang kampus, kami berusaha aksi kampanye hari ini, tapi SEMAUN itu selalu dituduh anarko dan sebagainya sehingga ruang demokrasi di dalam kampus itu tertutup jam malam dan sebagainya bahkan kami membuat apa, bahkan kami mobilisasi saja massa mahasiswa itu kaya dihalang-halangi di dalam.” Lanjutnya
Adam Pamoso dari Kapak SC selaku massa aksi menuturkan bahwa negara telah melakukan pelanggaran HAM kepada rakyatnya.
“Menyuarakan bagaimana kekerasan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh negara” tutur Adam.
Adam menegaskan terhadap masyarakat untuk memahami bahwa pelanggaran HAM bisa terjadi dimanapun.
“Kami hanya ingin masyarakat tau bahwa pelanggaran HAM saat ini berada di mana-mana dan kita sebagai rakyat tidak bisa berbuat,” tutupnya.
Redaktur : M. Idham Tahir
