Ilusi Kebebasan Kampus UMI

Ilusi Kebebasan Kampus UMI

Penulis : Amrin

Kampus UMI mendongengkan kebebasan

Ironi drama hingga berita palsu dipaksa jadi tontonan khalayak…

Kita dengan pasrah menyaksikan pembangunan berukuran raksasa, mendominasi tata ruang kota, ruang kuliah disulapnya menjadi mewah, pagar-pagar kampus dibangun tinggi.

Dosen hanya menjadi pengajar bahkan konsultan hingga membuat kampus telah gagal membangkitkan kesadaran dan kepedulian. ironisnya pengetahuan disulapnya jadi komoditi hingga kuasa proyek, lantas itulah dikatakan ilmuwan…

Kampus UMI pameran bisu…!!!

Kita dibungkam, kita dibatasi, gerbang kampus buka-tutup seakan kita telah jadi maling dikampus sendiri..

Mulai dari Kebebasan akademik, berfikir, berpendapat, mengkritik, hingga suara-suara protes dibungkam bahkan dituduh subversive..
Kampus UMI ibarat penjara…!!!

Disana larangan disini larangan…

Kita saksikan bagaimana UKM, kantin hingga pedagang kaki lima yang jualan dilarang dan digusur..

Banyaknya surat larangan hingga pengosongan kampus telah menjadi senjata dan wujud egois birokrasi UMI yang anti kritik…

Birokrasipun berkata : “Ah, kalian mana tau berapa keuntungan kami jika UKM tergusur,”

“Ah, kalian mana tau betapa amannya kampus jika kalian dibatasi untuk berproses,”

“Ah, kalian mana tau jika kami hidup dari uang pembayaranmu.”

Sampai kapan kita akan seperti ini?

Dikampus yang telah kehilangan motto berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlaqul karimah dan tujuan utamanya…

Hey kawan…

Kalian tunggu apa lagi, kita telah lama kehilangan hak kita tapi kenapa memilih diam..

Tembok tua kampus hanya akan jadi saksi bisu pergulatan perjuangan kita

Ilustrasi : Medium.com

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *