Maba Untuk Senior : Katanya Kalian Agen Of Change?

Maba Untuk Senior : Katanya Kalian Agen Of Change?

Penulis : Nurul Waqiah Mustaming

Momentum penerimaan mahasiswa baru (Maba) kini telah tiba, para siswa sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kampus untuk mendapatkan gelar tertinggi dalam statusnya sebagai pelajar (mahasiswa). Masa-masa siswa mereka telah memasuki tahap baru, di mana mereka memulai dunia baru bernama kampus.

Harapan mereka mendapatkan pembelajaran di kampus, namun malah menajadi budak dari seorang senior. Terbukanya lahan perbudakan yang dipelopori senior yang bermental raja sedang duduk di kursi istana. Kampus yang pada hakikatnya merupakan lingkungan akademis, menjadi wadah kritis terhadap ketimpangan sosial, penindasan serta tempat perkumpulan orang-orang terdidik. Kampus bukanlah penjara yang mengekang dan memaksa, sebaliknya kampus adalah tempat memerdekakan peserta didik.

Namun sampai saat ini baik dalam lingkup Fakultas, UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan),  dan Lembaga Mahasiswa lainnya. Budaya penindasan dan perbudakan itu masih terus dipertahankan hingga kini. Yang pada dasarnya semua hal itu hanyalah budaya lampau dan tidak relevan dengan kondisi saat ini. Sebagai penulis, saya mengharap pembaca merasakan kultur pembodohan ini yang  menjadi wajah dalam hiruk-pikuk dunia pendidikan, para senior merasa bangga ketika kita tunduk kepadanya, merasa tersanjung ketika panggilan kakanda terdengar di telinga mereka, serta patuh kepada setiap perintahnya.

Bak Aktivis, Tapi Fasis Kepada Adik Maba

Katanya kalian (senior) mahluk intelektual, saya begitu yakin bahwa kalian paham akan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun tindakan kalian  yang menjadikan para Maba layaknya budak dalam lingkar otoriter kalian yang  sangat bertentangan dengan hak asasi manusia. Kita sama dengan mereka datang ke kampus ini untuk belajar, serta orang tua kita sangat mengharapkan anaknya belajar tentang memanusiakan tapi mengapa budaya penindasan yang kalian ajarkan.

Apa yang membuat kalian masih mempertahankan kultur pembodohan ini ? Apa keuntungan dan manfaat yang bisa mereka dapatkan dari tindakan yang kalian lakukan seperti mempermalukan, membentak, mengucilkan, menghukum, dan bahkan memukulinya. Itu tidak lain hanyalah kepuasan pribadi dan ajang untuk membalaskan dendam sebab kalian dulu diperlakukan seperti itu. Serta dalil yang kalian gunakan pun sangat tidak logis ( tidak masuk akal) jika tujuannya untuk membuat fisik kuat, melatih mental, melatih kedisiplinan, mengajarkan hormat kepada senior dan membuat satu angkatan solid. Bisa dikatakan ini hanyalah kata-kata manis untuk menutupi celah kalian melakukan tindakan penindasan itu. Coba kita lihat dan telaah metode yang kalian tawarkan untuk mencapai beberapa tujuan seperti yang diatas. Berikut ini alibi para senior kepada adik-adik Maba;

Untuk Membuat Fisik Kuat

Apakah bisa fisik yang kuat itu hanya didapatkan 1-4 hari saja? Fisik yang kuat didapatkan dari latihan rutin, istirahat yang cukup, mengatur pola makan, dll. Oleh karena itu alasan untuk membuat fisik kuat dalam jangka waktu singkat dengan metode diteriaki, dibentak, dipush up, dll. sangatlah tidak masuk akal sebab fisik yang kuat itu didapatkan dengan latihan yang rutin.

Melatih Mental.

Hal yang sangat menarik yang perlu dipertanyakan apakah para senior itu lulusan pisikologis yang mengerti tentang kehebatan mental seseorang? sejauh mana ia mengetahui tentang kesehatan mental seseorang? Dan apakah para senior itu telah terkualifikasi dalam memberikan mental healty pada seseorang? Seorang pisikiater saja belum tentu mampu bisa membuat mental seseorang kuat. Bukankah dengan dipukuli, dipermalukan, dibentak , dan dikucilkan akan malah lebih memperburuk mental seseorang, secara tidak langsung meraka (senior) telah menanamkan sikap balas dendam yang nantinya ketika juniornya telah menjadi senior ia akan lampiaskan rasa sakit itu kepada juniornya kelak. Saya masih ingat seorang senior pernah berkata “Kami juga pernah ada diposisi kalian, bahkan yang kami alami lebih parah dari kalian, kalian harus merasakan ini terlebih dahulu sebelum menjadi seperti kami”. Dari situ saya paham bahwa hal ini hanyalah sebuah tradisi, dan ajang balas dendam yang tak ingin diakui sehingga dipoles dengan kata-kata manis untuk menutupinya sehingga tradisi seperti ini masih ada sampai sekarang.

Pisikolog Klinis, I Putu Ardika Yana M.Psi yang juga merupakan dosen Universitas Tadulako menjelaskan bahwa kekerasan tidak pernah membentuk perilaku. Perilaku yang harus dibentuk dengan ketegasan bukan kekerasan.

Katanya, Melatih Kedisiplinan?

Dosen fakultas psikologi universitas Indonesia, Dra Ratna Djuwita, Dipl. Psych, mengatakan ospek yang menerapakan kekerasan verbal tidak bisa membantu membentuk disiplin maba. budaya ospek seperti ini malah bisa menimbulkan perpecahan dan menjadi siklus karena ada rasa dendam. Sikap disiplin pada dasarnya merupakan habit pada diri manusia yang tidak mungkin dibentuk dengan metode seperti itu dan dengan waktu singkat pula. Walaupun mereka dipaksa melakukan itu semua kalau bukan kemauan diri sendiri itu tidak akan merubah seseorang menjadi disiplin, sebab disiplin hadir dari sebuah kebiasaan dan tidak diajarkan.

Untuk Menghormati Yang Lebih Tua

Menghormati itu diciptakan bukan dibentuk, seseorang akan respect (menghormati) orang lain, ketika orang itu memiliki wawasan yang luas, ilmu pengtahuan, mampu bermanfaat bagi orang lain sehingga patut untuk dikagumi. Bukan menghakimi seseorang sehingga orang itu bisa hormat kepada kita, namun ketika hal seperti itu yang kalian terapakan kalian bukan dihormati tapi hanya ditakuti yang mana seseoarang akan bersikap respect apabila berada didepan kalian sedangkan dibelakang kalian mereka akan mencela dan membenci kalian.

Katanya Untuk Membangun Kebersamaan?

Untuk membuat satu angkatan solid rasanya ada banyak cara yang bisa dilakukan dan tentunya bermanfaat bukan harus dengan menghukum satu angkatan apabila ada satu orang yang melakukan kesalahan. Sebab cara seperti ini tentunya tidak akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia kerja kelak, dalam dunia kerja misalnya teman anda yang terlambat sehingga mendapat sanksi pemotongan gaji, karena kalian satu angkatan masuk dalam kantor itu maka anda juga mendapat pemotongan gaji. Tentu anda akan merasa marah dan tidak terima akan hal itu dan berharap pimpinan hanya memberi sanksi pada teman anda yang melanggar supaya mendapatkan efek jera. Untuk membuat angkatan solid dengan cara positif, efektif daripada diteriaki dan tentunya bermanfaat salah satunya mengadakan bakti sosial yang rasanya masih banyak orang yang memerlukan uluran tangan kita hal ini bisa kita manfaatkan selain nantinya kita sebagai mahluk intelektual mampu bermanfaat kepada sesama manusia dan tantunya akan membuat angkatan kita solid.

Oleh karena itu sudahilah kultur pembodohan ini cukup kita yang pernah merasakannya dan berhenti pada diri kita. Mari kita sama-sama menghilangkan rasa ego dan dendam dalam diri kita dan menggantinya dengan berbagai hal-hal yang bermanfaat dan positif. Marilah kita sama-sama memberikan rasa respect dan mengargai, bangunlah rasa nyaman serta komunikasi yang baik. Jadikan kampus sebagai ruang akademik membahas berbagai ketimpangan sosial, sebab kampus bukan penjara. Serta lawan berbagai bentuk penindasan dan perbudakan seperti halnya yang dikatakan oleh Soe Hok Gie “Lebih baik diasingkan, daripada menyerah pada kemunafikan”.

Redaktur : Nunuk Parwati Songki

Ilustrasi : foto Net

redaksi

31 thoughts on “Maba Untuk Senior : Katanya Kalian Agen Of Change?

  1. I have been browsing online more than 3 hours lately, yet I by no means
    discovered any fascinating article like yours. It is lovely value enough
    for me. Personally, if all web owners and bloggers made excellent content material as you probably
    did, the net will be a lot more useful than ever before.

  2. Hey there would you mind stating which blog platform you’re working with?
    I’m planning to start my own blog in the near future but I’m having a tough time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.

    The reason I ask is because your layout seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique.
    P.S Apologies for being off-topic but I had to ask!

  3. Spot on with this write-up, I seriously believe this site needs a lot
    more attention. I’ll probably be back again to read through more, thanks for the info!

  4. My developer is trying to convince me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he’s tryiong none the less. I’ve been using WordPress on numerous websites
    for about a year and am worried about switching to another platform.
    I have heard very good things about blogengine.net. Is there a way I can transfer all
    my wordpress content into it? Any kind of help would be greatly appreciated!

  5. excellent submit, very informative. I wonder why the other specialists of this sector don’t notice this.
    You should continue your writing. I am confident, you have a huge
    readers’ base already!

  6. My partner and I stumbled over here from a different website and thought
    I might check things out. I like what I see so now i am following
    you. Look forward to finding out about your web page yet again.

  7. I know this if off topic but I’m looking into starting my own blog and was wondering what all is needed to get setup? I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I’m not very internet smart so I’m not 100 positive. Any tips or advice would be greatly appreciated. Many thanks

  8. Hello would you mind sharing which blog platform you’re using?
    I’m looking to start my own blog soon but I’m having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and
    Drupal. The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique.
    P.S Sorry for being off-topic but I had to ask!

  9. We stumbled over here from a different web page and thought I may as well check things out. I like what I see so now i am following you. Look forward to checking out your web page repeatedly.

  10. What i don’t realize is in reality how you’re no longer really a lot more well-liked than you may be now. You’re very intelligent. You know therefore considerably in the case of this topic, produced me personally believe it from a lot of varied angles. Its like men and women are not interested until it is one thing to accomplish with Lady gaga! Your personal stuffs excellent. All the time take care of it up!

  11. Hi there just wanted to give you a brief heads up and let you know a few of the images aren’t loading correctly. I’m not sure why but I think its a linking issue. I’ve tried it in two different web browsers and both show the same results.

  12. I’m not that much of a online reader to be honest but your sites really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your website to come back later on. Cheers

  13. Have you ever thought about including a little bit more than just your articles? I mean, what you say is valuable and everything. Nevertheless imagine if you added some great pictures or videos to give your posts more, “pop”! Your content is excellent but with images and video clips, this site could undeniably be one of the greatest in its niche. Good blog!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.