Peringati AMARAH, AMU: Usut Tuntas Kasus Pelanggaran HAM Di UMI

Peringati AMARAH, AMU: Usut Tuntas Kasus Pelanggaran HAM Di UMI

Penulis: Gayatri Resqi Wulandari Gani

Makassar, Cakrawalaide.com- Aliansi Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (AMU) Makassar, menggelar aksi memperingati April Makassar Berdarah (AMARAH) dengan mengangkat tema “Usut Tuntas Kasus Pelanggaran HAM, Wujudkan Demokratisasi Kampus,” di depan Universitas Muslim Indonesia (UMI). Sabtu, (23/04/22).

AMARAH (April Makassar Berdarah) adalah satu tragedi kekejaman aparat yang terjadi pada tahun 1996 berawal dari aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar yang menuntut aturan pemerintah yang dinilai hanya akan mempersulit hidup rakyat kemudian tuntutan hanya berujung pada kericuhan antara aparat bersenjata dengan mahasiswa hingga menewaskan tiga orang mahasiswa UMI.

Uye selaku jenderal lapangan (jenlap) mengungkapkan aksi yang terjadi hari ini merupakan salah satu bentuk protes atau kritik kepada pemerintah karena tidak dapat menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi di Indonesia yang mengakibatkan kehilangan nyawa dua puluh lima tahun silam di Makassar.

“Tragedi AMARAH sangat identik dengan kasus pelanggaran HAM. Dua puluh lima tahun berlalu, kepemimpinan Indonesia telah silih berganti namun kasus AMARAH tidak pernah diusut tuntas oleh negara, kasus pelanggaran HAM tidak pernah menjadi perhatian serius, negara jelas abai terhadap tanggung jawabnya dalam pemenuhan atas Hak Asasi Manusia,” ungkapnya.

“Terkait tiga mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang menjadi korban tragedi AMARAH pihak UMI juga tidak pernah memperlihatkan sebuah itikad untuk membantu korban, keluarga korban ataupu simpatisan mahasiwa dalam mengusut tuntas kasus ini, sekarang yang terjadi malah adanya aturan dalam buku saku UMI yang melarang peringatan tragedi AMARAH bagi mahasiwa UMI, hal itu jelas menunjukkan bahwa kampus hari ini semakin bertolak belakang dari nilai-nilai keadilan dan demokrasi yang seharusnya dijunjung, kampuslah salah satu tempat perilaku-perilaku adil dan demokratis itu tumbuh.” Tambahnya.

Nugrah selaku massa aksi juga mengungkapkan kecaman kepada pihak kampus UMI yang telah abai dalam menangani kasus pelanggaran HAM yang menewaskan tiga mahasiswa UMI.

“Kami juga mengecam segala tindakan kampus UMI yang menekan kebebasan berekspresi mahasiswa dan menuntut birokrasi UMI mengawal kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada peristiwa AMARAH dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan demokrasi di kampus UMI,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu nugrah juga mengungkapkan rasa kecewa terkait ketidakterbukaan informasi yang berada di kampus UMI yang sangat tidak sejalan dengan prinsip demokratis di Indonesia.

“Kemudian jika berbicara perihal demokratisasi di kampus islami ini sungguh sangat mengecewakan dimana ada banyak sikap UMI dan aturan-aturannya yang mencederai prinsip demokrasi itu sendiri seperti ketidak terbukaan informasi UMI sebagai badan publik, statuta yg tidak bisa diakses dan masih banyak lagi yang seharusnya dilakukan UMI demi terciptanya lingkungan UMI yang sehat terhindar dari tindak pembohongan publik, penyelewengan, korupsi, pungli dan tindak-tindak tercela lainnya,” ungkapnya.

Adapun tuntutan dari Aliansi Mahasiswa UMI :
1. Usut tuntas pelaku pelanggar HAM masa Lalu
2. Wujudkan demokratisasi kampus
3. Lakukan transparansi akuntable di UMI
4. Libatkan mahasiswa dalam penetapan kebijakan kampus
5. Terapkan Permendikbud No. 30 Tahun 2021 di UMI

Redaktur: Muh. Arif Setia Budi

redaksi

9 thoughts on “Peringati AMARAH, AMU: Usut Tuntas Kasus Pelanggaran HAM Di UMI

  1. Hi, Neat post. There’s a problem with your website in internet explorer, would test this… IE still is the market leader and a big portion of people will miss your excellent writing because of this problem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.