UMI Adakan Vaksin Massal, Syarat Perkuliahan Offline

UMI Adakan Vaksin Massal, Syarat Perkuliahan Offline

Penulis : Laode Mahsyur Al Araf  Karno

Makassar, Cakrawalaide.com- Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyelenggarakan vaksinasi massal sebagai salah satu syarat diadakannya perkuliahan tatap muka. Kegiatan vaksinasi ini mengusung tema “Let’s Stop Covid-19 Together,” yang dilaksanakan selama dua hari yakni 16-17 September 2021 di Gedung Auditorium Al Jibra.

UMI merupakan salah satu, dari sekian kampus yang menyelenggarakan vaksinasi massal. Dalam pelaksanaannya UMI bekerja sama dengan beberapa lembaga seperti, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat UMI (LPKM UMI), Fakultas Kedokteran UMI (FK UMI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK), serta berkerjasama dengan Polrestabes Makassar.

Muh.Yusril Lukman selaku anggota LPKM UMI mengungkapkan bahwa UMI dalam menyelenggarakan vaksin massal sebagai salah satu persyaratan diadakannya perkuliahan tatap muka.

“Iya karna ada peraturan pemerintah bahwa seluruh mahasiwa, dosen, serta karyawan harus bebas Covid dan melakukan vaksin sebagai salah satu syarat diadakannya perkuliahan tatap muka,” uangkapnya.

UMI membuka dua jalur pendaftaran dengan melibatkan seluruh kelurga besar UMI dan masyarakat umum yakni online dan offline. Jumlah pendaftar pada hari pertama kurang lebih 700 sedangkan pada hari kedua kurang lebih ada 800 pendaftar. Vaksian yang disediakan sekitar 2.000 dosis dengan jenis vaksin Sinovac.

“Karna kita ingin menyukseskan program pemerintah dan kebetulan vaksin yang tersedia di Polrestabes adalah Sinovac jadi kami menggunakan jenis vaksin ini. Dan jenis vaksin ini lebih banyak di gunakan oleh masyarakat,”  tuturnya saat di wawancara terkait alasan UMI menggunakan vaksin Sinovac.

Lanjut, ia menambahkan dalam kegiatan ini mendapat antusias dari para mahasiswa, dosen, karyawan, serta masyarakat umum hal tersebut di lihat dari banyaknya jumlah pendaftar.

“Kalo dibilang UMI terlambat menyelenggarakan vaksin massal itu tidak juga, buktinya banyak yang mendaftar berarti masih banyak masyarakat yang belum vaksin sehinggah membutuhkan vaksin ini,” tambahnya.

Iman selaku mahasiswa UMI mengungkapkan alasannya mengikuti vaksin karna perkuliahan tatap muka yang diwacanakan oleh UMI salah satu syaratnya harus memiliki sertifikat vaksin.

“Iya, saya mengikuti vaksin ini sebagai persiapan diadakanya kuliah offline dan juga kegiatan di Lab Fakultas harus memiliki sertifikat vaksin,” ungkap mahasiswa FTI itu.

Ia berharap dengan diadakannya kegiatan vaksin massal ini UMI segara menyelenggarakan kuliah tatap muka sebab kuliah online selama tidak efektif malah menambah beban mahasiswa di tengah pandemi karna tidak adanya kouta internet gratis yang diberikan oleh kampus sehingga mahasiswa mengeluarkan uang lebih.

“Semoga UMI segera menyelenggarakan kuliah offine sebab mahasiswa yang di kampung sangat kesulitan dalam mengakses jaringan sehingga kuliah tidak berjalan efektif ditambah kampus tidak peduli terhadap mahasiswa di masa pandemi terbukti dengan tidak adanya pemotongan BPP dan pemberian kouta gratis,” harapnya.

Sartika mahasiswa FKM UMI memberikan tanggapan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat karna telah menyediakan tempat vaksin bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

“Baguslah, karna telah menjawab tutuntan mahasiswa UMI terkait perlunya kampus menyediakan vaksin baik kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan,”katanya.

Ia menambahkan alasannya mengikuti vaksin bahwa untuk kesehatan namun juga tidak terlepas dari keperluan administrasi karna saat ini semua hal membutuhkan sertifikat vaksin.

“Yang paling utama itu karna alasan kesehatan apalagi saya anak FKM sangat mengerti persoalan seperti itu, tetapi juga ada wacana UMI akan segera melaksanakan perkuliahan offline jadi tidak terlepas dari kebutuhan administrasi,” tutupnya.

Redaktur : Nurul Waqiah Mustaming

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *