Akses Perpustakaan UMI Berbayar

Akses Perpustakaan UMI Berbayar
Suasana perpustakaan Ustman bin Affan UMI tampak dari samping. /Foto : Harianto

Makassar, Cakrawalaide.com – Selain Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu lain yang harus dijaga dengan baik adalah kartu perpustakaan UMI,  jika kartu ini hilang maka untuk masuk ke perpustakaan UMI harus membuat kartu perpustakaan lagi yang tentunya dikenakan biaya sebesar Rp.50.000,- tiap kartunya. Hal ini menuai banyak keluhan dari Mahasiswa, termasuk Vifo, Mahasiswa Fakultas Teknik yang sempat menanyakan hal tersebut dalam kegiatan bedah bulletin Transparansi Dana Kemahasiswaan Not Found yang diadakan oleh UPPM UMI pada Kamis, 03 November tahun lalu membuahkan beberapa tuntutan Mahasiswa termasuk mahalnya pembiayaan perpanjangan kartu perpustakaan, dan lain sebagainya.

Ahmad Ghani selaku Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) UMI pernah mengatakan dalam bedah bulletin, akan menindaklanjuti kebijakan terhadap perpustakaan UMI, Namun wacana tinggallah wacana, beberapa bulan telah berlalu tanpa tindak lanjut kebijakan di perpustakaan UMI, ketika awak Cakrawala mendatangi perpustakaan UMI dan menanyakan beberapa hal terkait kebijakan perpustakaan UMI, pihak perpustakaan masih membenarkan bahwa ketika masuk perpustakaan, harus terlebih dahulu memiliki kartu perpustakaan dan biaya pembuatan adalah Rp. 50.000,- terlepas dari biaya tersebut, Perpustakaan UMI tetap mewajibkan memiliki kartu perpustakaan terlebih dahulu sebelum masuk ke perpustakaan, baik untuk melakukan peminjaman buku maupun sekedar membaca, pernyataan tersebut didukung kuat dengan teknologi scan kartu yang lebih dulu menjumpai pengunjung depan pintu masuk perpustakaan.

Kebijakan yang berbeda tampak di salah satu Perguruan Tinggi Negeri UNHAS (Universitas Hasanuddin), Nur Alam Putri, salah seorang Mahasiswi Fakultas Ekonomi 2015 mengatakan, “Tidak ada biaya untuk pembuatan kartu perpustakaan, dan semua mahasiswa dengan bebas keluar dan masuk ke perpustakaan, bahkan di perpustakaan kami sangat didukung oleh fasilitas wifi,” Selasa (31/01).

Suasana yang berbeda juga di deskripsikan oleh perempuan yang akrab disapa Alam yang terakhir kali masuk perpustakaan beberapa bulan yang lalu terkendala dengan libur perkuliahan, “Belum ada teknologi yang menginput data mahasiswa ketika masuk dalam perpustakaan, semua masih dilakukan secara manual,”tambahnya.

Tak jauh dari hal tersebut Ismayani, Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya juga membenarkan tak ada pemungutan biaya untuk pengurusan administrasi kartu perpustakaan, “Kecuali diberlakukan sanksi bagi Mahasiswa yang meminjam buku kemudian melewati hari pengembalian yang ditetapkan,” ujarnya Selasa (31/01).

 

Penulis : Nursaid

Red : Icha

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.