Dampak Penggusuran, Para Penjual di Pampang Kehilangan Mata Pencaharian
Potret salah satu penjual yang kiosnya telah dirobohkan.
Makassar CakrawalaIDE.com Bangunan-bangunan (kios) yang berjejer dan telah lama berdiri kukuh tepat di belakang pagar pembatas kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) merupakan ruang mata pencaharian setiap orang yang menempatinya dengan menjual berbagai macam kebutuhan hidup masyarakat serta mahasiswa. Mulai dari makanan, minuman, hingga ATK. Namun, sejak dikeluarkannya surat perintah oleh Lurah Pampang tentang akan diadakannya pembersihan sepanjang jalan dari Wali Kota, membuat para penjual tersebut digusur dan kehilangan ruang penyambung hidupnya. Jl. Inpeksi Kanal, Kelurahan Pampang, Kec. Panakukkang. Selasa (27/01/2026).
Andi Kwandi Ayatullah selaku Lurah mengungkapkan bahwa ini adalah perintah langsung dari Bapak Wali Kota Makassar untuk dilakukan pembersihan baik itu di atas aset pemerintah kota maupun pemerintah provinsi. Sehingga warga yang menempati Kios diminta untuk melakukan pengosongan secepatnya.
“Kami dapat perintah untuk melakukan penertiban, kami sudah memberikan waktu dua minggu mulai dari teguran pertama sampai teguran kedua. Nah sekarang sudah proses eksekusi,” ungkapnya.
Ia juga melanjutkan bahwa sedang menunggu utusan langsung dari pihak Kampus UMI, di mana telah ada surat yang dikirim untuk kemudian diakomodasi merapikan tempat yang dianggap mencemari sekitarnya.
“Yang jelas UMI sudah bersurat ke kami untuk dibantu melakukan pembersihan karena katanya sudah mengotori wilayah UMI dengan adanya pedagang kaki lima yang menempel di temboknya mereka,” lanjutnya.
Ana salah satu perempuan yang sejak tahun 2017 mendirikan usaha print mengujarkan bahwa tidak ada lagi penghasilan yang bisa didapatkannya. Ia merasa kebingungan mau ke mana, meski Lurah telah memberikan solusi tempat namun menurutnya tak strategis.
“Ada solusinya toh dari pak lurah ada tempat tapi sepi sekali di sana jauh dari mahasiswa, di sana di belakang Fajar,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa kebanyakan dari mereka mengambil uang Bank untuk menambah modal jualan. Tapi dengan kondisinya yang telah digusur menciptakan kebingungan akan membayar menggunakan apalagi.
“Baru rata-rata itu ambil modal dari uang bank. Dia bayar tiap bulan uang banknya, jadi kalau beginimi bagaimana caranya dia mau bayar uang bank?,” katanya.
Rohati perempuan tua berjualan 20 tahun lamanya, sudah tidak memiliki suami sehingga menggantungkan hidupnya dengan berjualan campuran disandingkan dengan aksesoris-aksesoris milik cucunya. Ia merasa khawatir ke depannya mendapatkan uangnya dari mana.
“Kalo saya kasian banyak anakku, tidak ada suamiku,” khawatirnya.

Rawiah (69) penjual sayur-mayur, dengan air mata menetes di pipinya menuturkan adanya perbedaan penghasilan yang didapatkan. Meski diberikan tempat untuk tetap berjualan di depan rumah warga, di mana sebelumnya bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya kini semakin sulit.
“Sebelumnya masih lancarji jualan, ini tidakmi. Beda waktunya di situ (tempat yang telah dibongkar) banyak sekali itu mahasiswa juga pergi belanja, ada tonji ia tapi tidak samai,” tuturnya penuh haru.
Untuk mengonfirmasi keterlibatan pihak kampus UMI Reporter CakrawalaIDE berusaha mendatangi pihak yayasan, namun kondisinya tidak sedang di kampus.
Penulis: Qhaerunnisa
Redaktur: Nur Syafika Utami

i enjoy reading your articles, it is simply amazing, you are doing great work, do you post often? i will be checking you out again for your next post. you can check out webdesignagenturnürnberg.de the best webdesign agency in nuremberg Germany
i really enjoyed your article, keep it like that, google will love it and rank it high, i am now a follower, my site https://topseofreelancerberlin.de/ the best seo freelancer in berlin and germany, check it out
The next time I read a blog, I hope that it doesnt disappoint me as much as this one. I mean, I know it was my choice to read, but I actually thought youd have something interesting to say. All I hear is a bunch of whining about something that you could fix if you werent too busy looking for attention.
https://shorturl.fm/YX1OO
https://shorturl.fm/Y1Dhn
I’ve read several good stuff here. Definitely price bookmarking for revisiting. I wonder how much attempt you set to make this sort of magnificent informative site.