FPR Sulsel: Momentum IWD, Melawan Segala Bentuk Penindasan Perempuan!

FPR Sulsel: Momentum IWD, Melawan Segala Bentuk Penindasan Perempuan!

Penulis : Gayatri Resqi Wulandari Gani

Makassar, Cakrawalaide.com- Front Perjuangan Rakyat (FPR) Makassar bersama 19 organ yang tergabung, menggelar aksi memperingati lnternational Women’s Day (IWD) atau hari perempuan internasional dengan mengangkat tema “Perempuan Bersatu Melawa Segala Bentuk Perampasan Ruang Hidup” Selasa, (08/03/22)

Ayu Wisnu Wardani, selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) mengungkapkan bahwa, latar belakang aksi hari ini untuk menyampaikan kondisi objektif perempuan, membangkitkan kesadaran, bergerak dan berupaya melawan budaya atau sistem yang mengakar di masyarakat.

“Kami terus berupaya untuk bisa menjangkau massa luas khususnya, perempuan untuk menyampaikan kondisi objektif perempuan dan upaya untuk membangkitkan kesadaran perempuan bergerak melawan sistem yang ada,”ungkapnya.

Cibal selaku humas juga mengungkapkan, disamping menyuarakan isu perempuan mereka juga menuntut problem rakyat. khususnya, kasus Pantai Merpati Bulukumba agar Pemprov Sulawesi Selatan mendesak Pemkab Bulukumba menyediakan relokasi yang layak. Melihat kurang lebih 1 bulan korban penggusuran masih berada di lokasi pengungsian.

“Kami membawa tuntutan problem-problem rakyat secara umum dan perempuan secara khusus, mengadvokasi persoalan kasus penggusuran yang ada di pantai merpati Bulukumba. Meminta sikap tegas dari Pemprov Sulawesi Selatan untuk memberikan desakan kepada pemkab Bulukumba agar menyediakan tempat tinggal layak bagi korban penggusuran, karena sampai saat ini sudah tercatat lebih 1 bulan korban penggusuran Pantai Merpati itu masih berada di lokasi pengungsian,” ucapnya.

Cita, selaku massa aksi juga menambahkan bahwa, aksi hari ini sebagai bentuk penolakan diskriminasi terhadap kaum perempuan dan kekuasaaan patriarki yang memperlemah kekuatan perempuan. Membuka selebar-lebarnya pintu kekerasan seksual terkhusus ,dilingkup kampus yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswanya.

“Berbagai diskriminasi terhadap kaum perempuan yang berbasis pada kekuasaan patriarkal memperlemah kekuatan perempuan, menjadi pembuka jalan selebar-lebarnya bagi kejahatan seksual. Tidak terkecuali dalam lingkup kampus yang seharusnya menjadi ruang publik aman bagi mahasiswa, juga marak terjadi tindakan kekerasan pelecehan seksual,” Tegas Cita.

FPR Sulsel dalam momentum Hari Perempuan Internasional 2022 menuntut:
1. Berikan jaminan tempat tinggal dan pekerjaan yang layak bagi perempuan serta seluruh warga korban penggusuran di pesisir pantai merpati bulukumba
2. Hentikan serangan rusia atas ukraina
3. Deklarasi darurat iklim
4. Cabut UU No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja serta segala regulasi yang merugikan kaum buruh di Indonesia
5. Cabut ipl pertambangan desa wadas. Hentikan pembangunan yang merampas tanah kaum tani di pedesaan
6. Hutan di babat demi sawit, ekspansi perkebunan sawit makin gila tapi, minyak goreng justru semakin langka dan mahal
7. Lawan krisis iklim, stop pembabatan hutan atas nama pembangunan
8. Wujudkan pendidikan gratis, biaya pendidikan mahal hanya membatasi akses perempuan dan seluruh pemuda dalam mengenyam pendidikan
9. Berikan BBM berkualitas dan murah bagi rakyat
10. Berikan jaminan hak kesehatan, cuti haid, hamil, dan melahirkan bagi buruh perempuan, berikan upah yang layak bagi buruh perempuan
11. Berikan hukuman yang seberat-beratnya bagi pelaku kekerasan seksual , buat aturan tegas terhadap tindak kekerasan seksual
12. Revisi RZWP3K, Cabut segala aturan yang merugikan nelayan dan seluruh masyarakat pesisir
13. Cabut Inpres No 1 tahun 2022 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN), tolak bpjs jadi syarat administrasi
14. Tolak Permenaker No 2 tahun 2022 tentang tata cara dan persyaratanpembayaran manfaat jaminan hari tua ( JHT), berikan kemudahan bagi buruh untuk mengambil JHT
15. Cabut IUP PT. Trio kencana di parigi mautong, hentikan kekerasan aparat terhadap rakyat yang memperjuangkan haknya
16. Cabut segala aturan kampus yang membatasi perempuan dalam memajukan dirinya dengan berorganisasi
17. Kejahatan terhadap perempuan dan anak harus dinyatakan sebagai kejahatan luar biasa (ekstra-ordinary crime)
18. Hentikan upaya penggusuran terhadap warga bara-barayya
19. Berikan jaminan sarana produksi Pertanian (pupuk,bibit,racun, dll) yang terjangkau bagi kaum tani. Jamin stabilitas harga hasil produksi kaum tani di pedesaan.

Redaktur : Nursyam Rahman

redaksi

3 thoughts on “FPR Sulsel: Momentum IWD, Melawan Segala Bentuk Penindasan Perempuan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.