Pasca Idul Fitri, Malino Dipadati Pengunjung

Pasca Idul Fitri, Malino Dipadati Pengunjung

Penulis: Ardi

Tinggimoncong,Cakrawalaide.com- Pasca Idul Fitri, Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang berlibur ke destinasi wisata alam yang ada di Malino. Padatnya pengunjung mengakibatkan kemacetan panjang di jalan Sultan Hasanuddin hingga ke destinasi wisata hutan pinus Malino dan beberapa titik lainnya. Sabtu (07/05/22)

Menjadi salah satu destinasi wisata yang dikunjungi oleh para pengunjung, Malino dikenal sebagai daerah objek wisata yang memiliki panorama yang indah dan menakjubkan dan dikenal sebagai kota bunga karena banyaknya jenis bunga tropis yang tumbuh disini.

Tingginya angka pengunjung di tahun ini jika dibandingkan pada tahun 2020 dan 2021 sangat meningkat. Destinasi wisata yang ada di Kecamatan Tinggimoncong ramai pengunjung, mulai dari hutan pinus, air terjun, kebun teh, kebun strawberry dan destinasi wisata lainnya.

Perekonomian masyarakat Malino juga ikut meningkat, mulai dari segi pariwisata (hotel, penginapan/villa dan tempat wisata), Pedagang (pedagang kaki lima, pasar), dibanding perekonomian tahun sebelumnya dikarenakan adanya pembatasan sosial. Dengan menurunnya angka covid saat ini, Malino kini kembali ramai pengunjung.

Meskipun demikian, pengunjung yang datang tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dihimbau sebelumnya.

Sebagai pengunjung, Arens melihat Malino adalah salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki panorama alam yang indah, sejuk, dan memberikan kenyamanan, membuat para pengunjung susah untuk meninggalkan Malino betah berlibur. Malino memiliki daya tarik tersendiri yang susah didapati di tempat wisata yang lain. Kalau di bandingkan dengan Makassar yang bising dan banyak polusi, Malino adalah kebalikan dari itu semua, karena daerahnya yang tentram dan bebas dari polusi. Sekalipun akhir-akhir ini banyak pengunjung, polusi imbang dengan suhu yang ada disini, jadi kurang terasa polusinya.

“Saya berkunjung ke Malino karena letak geografisnya yang berada didaerah pegunungan dan memiliki suhu yang dingin dan sejuk, memberikan ketentraman dan kedamaian. Saya ke Malino karna saya mencari tempat yang tentram. Saya memang suka yang alam alam, mungkin karena saya juga dari desa. Kalau berbicara tentang rekreasi, sudah jelas pasti banyak sekali, namanya juga daerah wisata. Tapi kalau dilihat-lihat tempat wisata yang ada di Malino masih kurang terekspos karna kurangnya publikasi. Wisata yang terekspos dan banyak diketahui orang luar hanya hutan pinus dan air terjun Takapala. Itupun tujuan utama pengunjung hanya hutan pinus, padahal Malino memiliki banyak tempat wisata, satu hari tidak cukup untuk kunjungi satu persatu.” Ungkapnya.

“Selain dari itu, pengelolaan sampahnya juga mungkin bisa dibenahi. Entah saya yang kurang perhatikan arau memang kuranya tempat sampah yang ada di hutan pinus. Jadi saya tidak tau siapa yang harus disalahkan, pengunjung atau pengelola. Para pengunjung juga seharusnya memperhatikan sampahnya, jangan ditinggalkan begitu saja karena ciri khas Malino yang indah akan hilang jika sampah berserakan” tutupnya.

Ika juga sebagai pengunjung mengatakan bahwa Malino sebaiknya diekspos agar pengunjung bisa mengetahui secara luas, apalagi pengunjung yang diluar daerah seperti Bone, Pare-pare dan daerah yang lainnya bisa dengan mudah bisa menjangkau informasi.

“Malino ini banyak tempat wisatanya tapi masih kurang terekspos keluar, susah dapat informasi. Mungkin karna tidak ada yang kelola dari segi sosial media semisal bikin akun Instagram, Facebook, atau sosial media yang lainnya.” Ungkapnya.

“Saya dengar tadi ada pengunjung yang dari Bone dan Pare-pare. Saya kira pengunjung yang datang dari Makassar saja. Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun ini memang banyak sekali pengunjung. Alhamdulillah karena sekarang angka covid sudah menurun dan semoga covid hilang” Tutupnya.

Pasca hari raya Idul Fitri tahun 2022 ini, membuat perekonomian masyarakat Malino termasuk Penginapan/Villa meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2020 dan 2021. Angka covid terkhusus di kecamatan Tinggimoncong juga menurun membuat pengunjung berdatangan untuk berlibur memanfaatkan waktu liburnya.

Sebagai pemilik penginapan, Marwati menuturkan bahwasanya memang tahun ini liburan setelah Idul Fitri, jumlah pengunjung yang menyewa penginapan meningkat. Satu hari setelah shalat Idul Fitri, pengunjung yang menyewa penginapan sudah mulai masuk, hingga hari ini. Alhamdulillah pemasukannya lancar.

“Satu hari setelah shalat Idul Fitri sudah mulai masuk tamu, sambung-sambung sampai hari ini. Jadi kita sebagai pemilik penginapan stay terus, sewaktu-waktu tamu butuhkan sesuatu kita harus layani. Krna sibuk, waktu dengan keluarga besar kurang. Tapi Alhamdulillah setelah shalat Idul Fitri saya sudah sempatkan datangi beberapa keluarga.”

Redaktur: Nurul Apriliya Murtadir

redaksi

7 thoughts on “Pasca Idul Fitri, Malino Dipadati Pengunjung

  1. I cling on to listening to the news talk about receiving free online grant applications so I have been looking around for the top site to get one. Could you tell me please, where could i find some?

  2. Thank you, I have just been searching for info about this topic for ages and yours is the greatest I’ve discovered till now. But, what concerning the conclusion? Are you positive about the source?

  3. I believe that is one of the such a lot significant info for me. And i’m happy reading your article. However should observation on some common things, The site style is wonderful, the articles is really great : D. Just right task, cheers

  4. I would like to get across my appreciation for your generosity in support of those people that require help on this study. Your personal dedication to getting the solution all-around came to be extraordinarily effective and have without exception allowed professionals just like me to attain their objectives. This useful advice signifies a lot to me and even further to my fellow workers. Best wishes; from each one of us.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.