Polisi Keroyok Satu Mahasiswa UMI

keroyok
La Yuslan mahasiswa FTI-UMI korban pengroyokan aparat kepolisian saat menyerang sejumlah mahasiswa di depan kampus UMI / foto : Arham

Makassar, Cakrawalaide.com – Aparat yang dibantu preman tiba-tiba menyerang sejumlah mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang sedang melakukan aksi penolakan kanaikan harga BBM di depan Kampus UMI Selasa (18/11) Malam. Polisi megeroyok satu mahasiswa yang tidak ikut dalam aksi tersebut.

La Yuslan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia Fakultas Tekhnik Industri menjadi bulan-bulanan pengeroyokan oleh aparat kepolisian di depan kampus UMI. Kejadian ini terjadi saat sejumlah Mahasiswa UMI melakukan aksi penolakan kenaikan BBM, sekitar pukul 20.00 WITA malam. Saat itu korban berjalan kaki dari arah kostnya, hendak ingin singgah untuk menarik uang di ATM yang berada di depan kantor BOSOWA. Tiba-tiba saja La Yuslan yang tak tau apa-apa dikeroyok oleh polisi berjumlah sekitar 7 orang yang sedang bertugas mengamankan aksi mahasiswa tersebut.

Korban yang sempat ditemui oleh awak Cakrawala IDE di pelataran masjid Umar Bin Khattab menderita kesakitan karena terjadi pembengkakan dibagian mata kanan, korban merasa sangat kecewa dengan tindakan brutal polisi yang menyerupai preman.

“Saya sangat kecewa dengan tindakan polisi ini, padahal saya cuma jalan mau masuk ke ATM tiba-tiba datang polisi sekitar 7 orang langsung memukul dan menendang” ujarnya.

Polisi juga merusak satu motor jenis matic milik mahasiswa yang terparkir di tepi jalan Urip Sumohardjo dan merusak pintu gerbang kampus menggunakan mobil water canon.

Aparat yang seharusnya bertugas melindungi, melayani masyarakat dan mengayomi, malah bertindak brutal dan meneriaki mahasiswa dengan kata-kata cacian. Entah masalah apa yang sedang terjadi di institusi polisi itu sendiri sampai-sampai tugas yang telah diamanatkan oleh undang-undang untuk melayani, mengayomi, dan melindungi itu tidak dijalankan.

Penulis: Rizal
Red: Hr

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *