PPLH Putondo: Alternatif Wisata Saat Weekend

Jembatan kayu yang nampak kokoh dan asri di PPLH Putondo

Takalar, CakrawalaIDE.com – Berkendara sekitar kurang lebih dari 3 jam menuju Desa Laikang, Kecamatan Cikoang, Kabupaten Takalar, mata serasa tak ingin berhenti beralih dari pemandangan khas daerah pesisir yang terbentang indah sepanjang perjalanan. Penulis dan beberapa teman lain sudah jauh hari merencanakan liburan dengan menyusuri beberapa keindahan objek   wisata yang terdapat pada bagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kisah perjalan kali ini dimulai dengan berkunjung ketempat Pusat Pelatihan dan Pengembangan Lingkungan Hidup (PPLH) Putondo. Tempat ini resmi dikelola tepatnya pada tahun 2000 dan menjadi pusat konservasi untuk dijadikan sebagai tempat pelatihan dan observasi yang peruntukkan untuk masyarakat umum dan  masyarakat sekitar.

Saat memasuki  PPLH Puntondo, pengunjung agaknya tidak menyangka ada sebuah tempat ilmiah yang bernuansa artistik dan ditata sedemikian apiknya untuk sebuah tempat pendidikan lingkungan hidup. Dari tempat sampah yang berjejer dibeberapa bagian ditulis dengan jelas pembagian sampah organik dan anorganik. Hal ini  dimaksudkan agar orang-orang membiasakan diri untuk membedakan yang mana sampah organik dan sampah anorganik. Beberapa papan informasi tertanam untuk menunjukkan sebuah tempat semisal restourant, villa, asrama, mushollah dan toilet agar pengunjung mudah mengetahui letak fasilitas yang tersedia.  Menariknya, jalan masuk ke tempat ini dibuatkan jalur dengan menggunakan batu  yang membuat Putondo terlihat kian asri.

Setelah melangkahkan kaki lebih banyak, kami semakin tertarik untuk mengambil gambar karena arsitektur bangunan yang kental dengan budaya local yang memang bagus untuk spot foto. Yang paling menarik perhatian yakni jembatan yang terbuat dari kayu sebagai jalur penghubung bangunan yang satu ke bangunan yang lain  berikut tangga-tangga yang diatur begitu unik. So, tak salah jika tempat ini dapat menarik pelancong dari daerah khususnya yang berada diluar Takalar untuk datang berkunjung. Tempat ini menjadikan pengunjung tidak bisa menahan diri untuk mengabadikan gambar, karena  spot PPLH Putondo memang sangat menarik.

Bagi yang ingin mengunjungi tempat ini, berikut info untuk sekedar dijadikan bahan buat rencana liburan akhir pekan. Transportasi, dengan kendaraan umum mungkin agak sulit karena tidak ada angkutan umum yang khusus menuju kesana. Baiknya menggunakan kendaraan pribadi seperti roda dua maupun roda empat. Hanya saja akan betul-betul menguras tenaga karena track yang lumayan memakan waktu. Tapi, semuanya akan terbayar ketika sampai disana.

Dalam perjalan kami, ada sedikit kegiatan unik yang dilakukan oleh warga pesisir Takalar, mereka menamainya dengan Maudu’ Lompoa. Dalam memperingi hari raya maulid Nabi Muhammad SAW, warga sepanjang perjalanan berlomba menghias kapal kecil yang biasa nelayan pakai untuk mencari ikan. Kapal tersebut dihias sedemikian rupa agar terlihat menarik mulai dari pakaian, makanan dan hiasan lainnya.

Kembali ke PPLH, tempat ini juga mempunyai beberapa kamar dan asrama jika pengunjung berencana menginap. Harga yang dipatok juga cukup terjangkau untuk perorang bisa menggunakan kamar dengan fasilitas standar, cukup dengan 50 ribu rupiah. Sedangkan, untuk fasilitas VVIP berkapasitas maksimal 4 orang dibandrol dengan 300 ribu rupiah.

Jika hanya sekedar jalan-jalan, pengunjung hanya akan dikenakan biaya parkir kendaraan. So.. what are you waiting guys? Selain buat pelatihan tak ada salahnya tempat ini menjadi plan destination buat weekend bersama keluarga. Sekedar informasi, tim yang berangkat ke PPLH ini awalnya hanya untuk rekreasi semata dan tak ada salahnya juga jika kalian ingin kesana untuk lebih mengetahui tentang lingkungan hidup bersama warga pesisir daerah Takalar. Sambil menyelam minum air. Kalau tidak untuk pelatihan wisata pun jadi.

 

Penulis: Siviakirana
Red: Arham

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *