September Dalam Belenggu Ego

September Dalam Belenggu Ego

Penulis: Laila Hidayati

Gadis itu, wajahnya menengadah ke atas
Kembali dalam bayang-bayang ego
Antara ia, bulan, asap dan kesepian yang sempat menghantam kebebasannya

Suara, gerakan, lewat ruas-ruas jalan di intai
September kali ini meraung pertolongan
Jerit di segala penjuru, jerat-jerat rezim ikut memburu

Hari itu, pemuda dengan kepalan tangannya berteriak “Hidup mahasiswa, Hidup rakyat, Hidup perempuan”
Ingatan itu kembali melesat cepat
Tatkala petaka diangkat “Negara menindas rakyat” dengan teriakan “Keadilan”

Yakin-yakin bukan hanya ia yang menangis
Peradaban menangis
Pada pusaran massa yang diisi kaum-kaum idealis
Siulan dijalan-jalan
Lirikan meresahkan
“Tidak ada ruang untuk puan bersuara!” Ucapnya

Pikirnya ego manusia berputar-putar di kepala
Narasi keadilan… Omong kosong keluar dari mulut tuan

“Begini rupanya, kita tidak pernah selesai di kepala, bahkan selesaipun keberpihakan masih ada”
Memangnya apa yang salah?

Tahun kita bertambah tua
Kebodohan sampai hari tua
Gencar menyuarakan kemanusiaan
Perlawanan puan-puan di kebiri

Bahwa “Ah ia yang hanya membaca narasi inferior lewat koran dan tulisan tangan korban”
Kini sesaknya sampai
Ia yakin bukan hanya dia

Seumpama bunga
Biar hujan membasuh darah
Jika diam adalah emas
Maka perlawanan adalah berlian yang di kemas

Puan dan tuan akan melawan berkali-kali
Membunuh kebodohan, mengikis perbedaan

Pada dunia yang membungkam perempuan hari ini, berkali-kali perlawanan tak boleh tunduk

Sumber: https://images.app.goo.gl/fJFwWPU51HJP66oK8

redaksi

One thought on “September Dalam Belenggu Ego

  1. After I originally commented I clicked the -Notify me when new feedback are added- checkbox and now every time a comment is added I get four emails with the identical comment. Is there any approach you’ll be able to remove me from that service? Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.