Terkait Ancaman Pembubaran Paksa Aksi, WR 3 UMI : Saya Kira Itu Wajar Saja

Makassar, cakrawalaide.com – Terkait adanya ancaman pembubaran paksa aksi oleh salah satu staf kemahasiswaan, Laode Husein selaku WR 3 UMI akhirnya angkat bicara.

“Memang setiap aksi mahasiswa, mau itu di dalam atau di luar kampus harus menyurat terlebih dahulu ke Rektorat melalui WR3” ungkapnya saat dihubungi via telepon oleh awak cakrawalaide.com, Sabtu (01/09/2018).

Forum Studi Isu-isu Strategis (FOSIS) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali melakukan aksi pada sabtu pagi, dalam rangka menolak adanya rancangan pembatasan masa kuliah selama 5 tahun karena dianggap tidak realistis.

Aksi tersebut merupakan aksi kedua yang kemudian berbuntut pada teguran dan kecaman dari staf kemahasiswaan, berupa pembubaran secara paksa jika aksi tersebut kembali dilakukan.

Parle, selaku koordinator lapangan (korlap) mengatakan tindakan dari staf kemahasiswaan tersebut sangat mencederai demokrasi bagi mahasiswa dan bersifat anti kritik.

“Kami sangat kecewa dengan reaksi dari birokrasi, karena menyampaikan aspirasi merupakan hak dan kebebasan kami. UUD saja menjamin hal tersebut. Selain itu, pada saat aksi kami tidak menutup jalan ataupun menganggu kegiatan kampus lainnya,” jelasnya.

Saat dihubungi oleh awak cakrawalaide.com, Laode Husein menjelaskan, bahwa setiap aksi yang akan dilakukan oleh mahasiswa terlebih dahulu harus menyurat ke rektorat melalui WR3. Hal tersebut sudah merupakan ketentuan yang berlaku, sehingga menganggap tindakan salah satu stafnya adalah hal yang wajar saja.

“Ya saya kira itu wajar saja, karena meraka belum menyurat padahal sebelum aksi harus ada surat yang masuk. Mau itu aksi apapun harus ada surat,” jelasnya.

Penulis : Raa
Red : Izhan Ide

redaksi

One thought on “Terkait Ancaman Pembubaran Paksa Aksi, WR 3 UMI : Saya Kira Itu Wajar Saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.