HIMASOS UNM Mengadakan Art For Equality, Rangkaikan Diskusi Kesetaraan Gender melalui Pendekatan Seni

Makassar CakrawalaIDE.com Himpunan Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Makassar (HIMASOS UNM) menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Art for Equality “Sama, Berbeda, Setara: Membangun masyarakat Inklusif”. Hal ini dihadirkan sebagai respons atas maraknya kasus diskriminasi terhadap perempuan dan kelompok rentan yang kerap terjadi di lingkungan Masyarakat. Taman Fakultas FIS-H, Senin (6/02/2026).

Melalui agenda tersebut, HIMASOS UNM mengekspresikan isu kesetaraan gender dalam sebuah panggung seni yang memadukan pameran visual, diskusi publik, bedah buku Perempuan di Titik Nol, serta lapak buku. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan ditujukan sebagai ruang alternatif penyadaran publik terhadap isu gender.

Ketua Bidang Gender HIMASOS FIS-H UNM periode 2025-2026, Alfira Ramadhani menjelaskan bahwa pameran ini merupakan salah satu program kerja bidang gender yang secara khusus mengangkat isu kesetaraan gender melalui pendekatan seni dan diskusi, di mana seni merupakan salah satu medium yang bisa menyampaikan pesan-pesan kesetaraan.

“Pengekspresian gender bukan hanya dalam bentuk kajian atau dalam bentuk diskusi public, tapi kita juga mau kasih tau masyarakat bahwa gender itu bisa ji juga diekspresikan dari seni bukan semata-mata dalam ruangan,” jelasnya.

Pengespresian melalui karya lukisan
 Mengekspresikan melalui karya lukisan. 

Ia menambahkan bahwa pameran ini berangkat dari banyaknya pengalaman diskriminasi yang dialami maupun disaksikan oleh kelompok rentan, khususnya perempuan. Selain itu dalam agenda ini bidang gender membuka ruang aman bagi individu yang bergulat dengan isu gender, termasuk korban pelecehan seksual dan minoritas gender.

“Supaya tidak ada diskrimanasi kedepannya,” lanjutnya.

Salah satu peserta pameran Dirli Fak menilai kesetaraan gender penting untuk menempatkan peran terhadap perempuan dan laki-laki secara adil dalam  kehidupan sosial. Ia menyebut masih banyak konstruksi sosial yang berkembang tidak sejalan dengan prinsip kesetaraan.

“Yang hanya berdampak positif pada satu belah pihak saja,” tuturnya.

Sementara itu Syahwal Nur selaku staf Bidang Riset dan Advokasi HIMASOS UNM berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya kesetaraan gender di masyarakat. Menurutnya, sistem sosial yang masih dipengaruhi budaya patriarki kerap melahirkan praktik diskriminasi terhadap Perempuan dan kelompok rentan lainnya.

“Sehingga hal-hal itu yang ingin kita patahkan, mulai dari lingkungan terkecil kita sendiri atau lingkungan terdekat kita,” tutupnya.

Penulis: Nur Syafika Utami

Redaktur: Qhaerunnisa