Siapkan Generasi Pers Kampus, LPM Bioma Gelar Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar
LPM Bioma Mengadakan DJMTD Sumber Foto: LPM Bioma.
Makassar CakrawalaIDE.com Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bioma menggelar Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD) dengan tema “Start Smart, Move Fast: Langkah Awal Membangun Jurnalis yang Adaptif, Kritis, dan Siap Menghadapi Dinamika Media Digital”. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan calon anggota baru LPM Bioma sebagai fondasi awal untuk mencetak jurnalis kampus yang kritis dan berintegritas. Aula FH Matematika FMIPA UNM, Kamis (30/04/2026).
Ketua Umum LPM Bioma, Husna menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang akan dijalani para peserta. Tahap pertama yaitu penerimaan materi secara indoor. Kemudian, setelah itu akan berkunjung ke Media Tribun. Tahap kedua, peserta akan menjalani magang selama kurang lebih 2 bulan dan diberi tugas untuk membuat video dokumenter, short movie, live report, dan desain grafis. Tentu dengan pelatihan yang telah diterangkan oleh masing-masing pemateri.
“Setelahnya itu magang, baru tahap pengukuhan,” jelasnya.
Husna juga menambahkan bahwa periode ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana, panitia lebih mementingkan kualitas para peserta dibandingkan kuantitas. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya, panitia kerap luput untuk memerhatikan hal itu karena terlalu banyak jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Selain itu, peserta juga akan melewati fase wawancara seputar pengalaman jurnalistiknya dan yang terpenting soal loyalitasnya. Termasuk komitmen mereka dan keinginan untuk tetap berproses setelah dikukuhkan menjadi bagian dari LPM Bioma.
“Yah ditanyakan pokoknya keloyalitasannya mereka,” tambahnya.
Reski Aprida selaku ketua panitia pada pelatihan ini, juga menyebutkan terkait materi yang akan diberikan kepada para peserta selama tiga hari. Tentunya akan ada materi dasar-dasar jurnalistik di hari pertama, investigasi dan teknik wawancara di hari kedua, teknik penulisan berita di hari ketiga,
“Terus materi keempat itu fotografi jurnalistik,” ucapnya.
Salah satu peserta pelatihan, Naura Rania Putri mengemukakan kesannya selama mengikuti kegiatan ini. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya panitia yang informatif, humble, dan sigap membantu peserta yang kebingungan.
“Jadi cukup informatif mi lah untuk calon-calon ini,” kesannya.
Selaku ketua umum, Husna berharap agar calon reporter tetap bertahan sampai tahap pengukuhan karena banyak peserta yang memang merasa sangat sulit untuk sampai pada tahap tersebut sehingga berhenti di tengah jalan. Namun, bagi peserta yang bertahan, tentunya akan mendapat banyak manfaat dari pelatihan tersebut.
“Tentunya banyak sekali output yang didapatkan oleh teman-teman reporter,” tutupnya.
Penulis: Muh Asykur Zulhafair A
Redaktur: Nur syafika Utami
