Aliansi Mahasiswa UMI, Mengutuk Keras Pelarangan Aksi AMARAH

Aliansi Mahasiswa UMI, Mengutuk Keras Pelarangan Aksi AMARAH

Makassar, cakrawalaide.com – Aliansi Mahasiswa UMI Peringati April Makassar Berdarah (AMARAH), meggelar aksi bisu, dan Long March, di kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jl Urip Sumoharjo KM 5, Rabu (25/04).

Aliansi Mahasiswa UMI mengutuk keras pelarangan aksi AMARAH, oleh pihak kampus UMI, dengan cara meliburkan mahasiswa pada 23-24 April, dan melarang keras bentuk pembungkaman demokrasi yang di lakukan oleh birokrasi Kampus UMI.

Dalam surat edaran resmi nomor 0738/F.01/UMI/IV/2018 yang di tanda tangani langsung oleh Rektorat UMI, jika melanggar akan mendapatkan sanksi seperti ketentuan yang berlaku dalam lingkup UMI.

By : Risman

Pendidikan yang baik di harapkan menciptakan mahasiswa yang kritis dalam melihat permasalahan sosial yang ada, mahasiswa sebagai salah satu elemen dalam dunia kampus sangatlah penting untuk dilibatkan dalam merumuskan sebuah kebijakan sebagai bentuk demokrasi dalam dunia pendidikan.

Selaku Humas Aliansi Mahasiswa UMI, Aldi mengatakan Pendidikan yang baik untuk menciptakan mahasiswa yang kritis dalam permasalahan sosial.

“Pertama dalam upaya membangun pendidikan yang baik, pemerintah kita wajib kiranya memperhatikan daya jangkau pendidikan kita artinya kita bisa melihat pendidikan bukan lagi menjadi barang publik akibat mahalnya biaya pendidikan sehingga daya akses pendidikan tinggi hanya untuk orang2 yang memiliki perekonomian yang bisa dikatakan mampu terlebih,” ucapnya.

Lanjut dari Aldi mengatakan kemudian sistem pendidikan yang coba dibangun oleh para birokrasi kampus sangat jauh dari cita-cita nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini tercermin pada tata kehidupan kampus yang tidak demokratis.

By : Risman

“seperti pembatasan berorganisasi, pembungkaman sikap kritis mahasiswa yang dengan cara tidak manusiawi dan tidak mendidik seperti tindakan represif, ancaman DO kepada mahasiswa yang melakukan kritikan kepada birokrasi maka dari itu salah satu langkah yang harus diambil pemerintah dan birokrasi kampus untuk membangun nalar kritis pada mahasiswa serta turut andil dalam mengatasi permasalahan sosial yaitu menciptakan pendidikan murah dan demokratis,” tutupnya.

Salah satu peserta Aksi, Mirayati mengatakan, biaya kuliah di Kampus UMI sangat mahal, sangatlah berbanding terbalik dengan apa yang diberikan pihak birokrasi kampus.

“kami berhak mendapatkan hak kami, karena kami sudah membayar biaya kuliah yang mahal itu, dan jangan ancam kami dengan surat edaran,” tutup mira sapaan akrabnya.

Penulis : Uppy

Editor : Shim

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *