Aliansi UKM UMI, Peringati Maulid Nabi dan Panggung Bebas Ekspresi

Aliansi UKM UMI, Peringati Maulid Nabi dan Panggung Bebas Ekspresi

Penulis : An-Nur Indah

Makassar, Cakrawalaide.com – Aliansi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI), memperingati maulid nabi Muhammad Saw yang sekaligus di rangkaikan dengan panggung bebas ekspresi sebagai bentuk solidaritas atas penolakan penggusuran UKM UMI Di depan gerbang kampus II UMI. Rabu, (20/10/21).

Peserta yang mengikuti panggung ekspresi tersebut berkumpul di depan gerbang kampus II Universitas Muslim Indonesia (UMI) 20.00 WITA kemudian melakukan Mengaji Yasinan, Bakar Lilin, Orasi Ilmiah, Puisi Dan Akustik.

Abdul Selaku pengunjung menjelaskan,
” Tanggapan mengenai panggung ekspresi kali ini sangat membantu mahasiswa khususnya UKM karna Ini salah satu inspirasi untuk menyampaikan komentar-komentar mahasiswa, dimana pada malam hari ini yang berada di depan pintu II kampus UMI ini sangat antusias mahasiswa UMI karna kali ini momentum yang di tunggu-tunggu beberapa dari aliansi”. jelasnya.

Akbar Ketua UKM KSR menuturkan bahwa yang berusaha di sampaikan pada malam ini mungkin keresahan dari teman-teman secara simbolis.

“Harapan kami dari kegiatan ini agar pihak pimpinan birokrasi kampus bisa mendengar apa yang menjadi keluh kesah teman-teman UKM dan tujuan kami ini semoga bisa diterima,” tuturnya.

Ardi Ketua Umum UKM UPKSBS juga mengungkapkan bahwa yang berusaha di sampaikan pada aspirasi-aspirasi dan keresahan-keresahan yg bagaimana kemudian dirasakan oleh ukm saat ini, dimana kebebasan berekspresi, aktivitas, dan kreatifitas yang semakin di batasi.

“Panggung bebas ekspresi dibuat teman-teman UKM bertujuan untuk menyampaikan keresahan-keresahan dalam bentuk panggung bebas ekspresi. Mengapa tidak diadakan aksi dan lebih memilih panggung bebas ekspresi krna teman-teman Tidak mau merasakan kekecewakan dan menghabiskan tenaga dengan percuma krna tidak di gubris birokrasi. UKM bertujuan untuk mengekspos kejadian2 yg saat ini terjadi, yaitu penggusuran paksa dengan berekspresi di panggung bebas ekspresi” tutupnya.

Redaktur : Muh. Abirama Putra

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *