Botchan

Sampul Buku Botchan
Sampul Buku Botchan

Sampul Buku Botchan

Judul: Botchan

Penulis: Natsume Soseki

Penerjemah: Indah Santi Pratidina

Penerbit: PT Gramedia Pustaka

Utama, Jakarta

Tebal: 217 Halaman

Seperti cerita The Adventure of Huckleberry Finn, Botchan, mengisahkan pemberontakan seorang guru muda terhadap sistem di sebuah sekolah. Sifat Botchan yang selalu terus terang dan tidak mau berpura-pura sering kali membuat ia mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Cerita yang dituturkan secara humoris ini sangat popular di kalangan remaja dan dewasa di Jepang, dan barangkali merupakan novel klasik yang paling banyak dibaca di Jepang modern.

Botchan adalah seorang tuan muda dari keluarga bangsawan keturunan Tada Mitsunaka yang merupakan seorang ksatria, pengawal Shogun yang berasal dari keluarga Minamoto. Botchan memiliki kepribadian yang tidak sabaran, ceroboh, dan lugu. Akan tetapi, dibalik semua kecerobohannya ia memiliki hati yang jujur dan tulus. Setelah orangtuanya meninggal, warisan milik keluarganya dijual. Botchan berpisah dengan kakak lelakinya yang ingin jadi Aktor. Botchan mendapatkan harta warisan sebesar 600 yen yang ia gunakan untuk masuk ke sekolah tinggi ilmu alam di Tokyo. Dengan dijualnya rumah ia berpisah dengan pembantu yang sangat menyayanginya, Kiyo. Wanita tua keturunan keluarga terhormat namun tidak berpendidikan. Ia adalah satu-satunya yang memperlakukan Botchan sebagai orang yang baik bukan pembuat onar. Kiyo sangat menyayangi Botchan begitu pula Botchan sangat menyayangi Kiyo.

Selepas lulus dari sekolah alam ia mendapat tawaran untuk menjadi guru di sebuah pulau kecil yang jumlah penduduknya sangat sedikit. Pulau tersebut bernama pulau Shikoku.

Ia mengajar matematika di sekolah menengah dan memiliki rekan kerja diantaranya Hotta, seorang guru kepala matematika, Koga, Kemeja Merah, Yoshikawa si badut dan kepala sekolah si Tanuki. Sistem sekolah di desa berbeda jauh dengan di Tokyo. Botchan menghadapi kesulitan dan masalah selama mengajar di sekolah tersebut. Saat pertama kali masuk dan mengajar Botchan sudah direpotkan oleh perilaku siswanya saat ia bermain ke toko Dango dan Mi, ia menghabiskan banyak makan, dan keesokan harinya semua kelas yang diajarnya menindas dirinya dengan menuliskan perilaku juga ucapannya di papan tulis. Ia sangat kesal karena ia terlalu berterus terang dan tidak sabaran akhirnya ia hanya bisa marah-marah tanpa tahu harus berbuat apa.

Suatu hari, ia mendapatkan tugas jaga malam di asrama. Ia adalah pribadi yang mudah bosan kemudian pergi ke permandian air panas untuk melepas lelah. Di perjalanan pulang, ia bertemu dengan Tanuki dan Hotta dan mendapat teguran atas perbuatannya yang meninggalkan asrama saat tugas jaga malam. Setelah sampai di asrama dan mencoba tidur ada yang membuatnya geli, setelah dilihat ternyata terdapat belalang di Futon. Ia segera saja membuat belalang tersebut yang mati dan membersihkannya. Buru-buru ia bergegas memanggil ketua kamar untuk diinterogasi. Sepanjang interogasi, anak-anak tersebut mengelak dan tidak mengakui perbuatannya sehingga Botchan menyerah dan pergi tidur. Saat ia mencoba tidur siswa-siswa yang di lantai atas kemudian menghentak-hentakkan kaki sehingga Botchan marah dan bergegas ke lantai dua namun ternyata semua kamar hening. ia menelusuri setiap kamar dan menemukan siswa kemudian ia mengejar mereka namun ia tersandung dan terperangkap. Rupanya siswa-siswa itu telah membuat jebakan. Ia memutuskan untuk menunggu mereka dan ternyata tertidur kemudian ia terbangun dan menemukan dua siswa dan kemudian menangkapnya. Ia menginterogasi lagi namun mereka tetap tidak mau mengakui. Si Tanuki datang dan mencoba menyelesaikan masalah tapi ia malah menunda penyelesaiannya untuk dibicarakan dengan para guru.

Di lain pihak si Kemeja Merah berusaha mengadu domba antara Botchan dengan Hotta, dengan membuat Botchan berasumsi bahwa Hotta adalah biang keladi dari masalah yang ia alami. Selain itu juga, Hotta dibuat percaya oleh pemilik penginapan Botchan, Botchan adalah lelaki yang tidak sopan dan memperlakukan pasangan pemilik penginapan seperti pembantu. Alhasil keduanya bertengkar dan beradu argumen.

Selama Botchan dan Hotta bertengkar ia juga kemudian mengetahui banyak hal setelah pindah ke penginapan Hagino yang pemiliknya merupakan keturunan samurai. Ia mengetahui bahwa Kemeja Merah adalah pembohong kemudian saat pesta perpisahan Koga ia berdamai dengan Hotta dan kemudian mengetahui semua kebusukan dan kelicikan Kemeja Merah untuk menyingkirkan Koga Sensei dan mendapatkan Madona. Keduanya menyusun rencana untuk memberi pelajaran pada si Kemeja Merah. Namun, sebelum mereka menjalankan rencana mereka dijebak oleh Kemeja Merah dalam sebuah perkelahian dan membuat Hotta diberhentikan.

Mereka akhirnya menjalankan rencana untuk memberi pelajaran Kemeja Merah saat ia berkunjung ke penginapan bersama seorang geisha. mereka berhasil membuat Kemeja Merah dan si badut babak belur setelah menunggu hingga delapan malam kedatangan mereka.

Mereka berdua kemudian meninggalkan pulau tersebut dan Botchan kemudian tinggal bersama Kiyo dan bekerja sebagai ahli mekanik di salah satu perusahaan di Tokyo. Botchan mendapatkan gaji dua puluh lima yen per bulan, yang ia gunakan enam yen untuk sewa rumah. Kiyo tampak sangat bahagia meski rumah yang mereka tinggali tidak seindah serambi. Akan tetapi sayangnya , kiyo terserang radang paru-paru dan meninggal dunia pada bulan Februari tahun itu. Di hari sebelum kematiannya, dia memanggil dan berkata, “Botchan, saat aku mati, aku mohon kuburkanlah aku di kuil keluargamu. Supaya aku bisa menunggu dengan bahagia sampai kau datang.”

Kiyo pun dikuburkan di kuil Yogenji di kobinata.

Penulis : Sasty

redaksi

16 thoughts on “Botchan

  1. Hello There. I found your blog using msn. This is a really well written article.
    I’ll be sure to bookmark it and return to read more of your
    useful information. Thanks for the post. I’ll definitely return.

  2. Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wanted to say that I have truly enjoyed
    surfing around your blog posts. In any case I will be subscribing to your feed and I hope you write again very soon!

  3. Hmm it seems like your site ate my first comment (it was
    super long) so I guess I’ll just sum it up what I submitted and say,
    I’m thoroughly enjoying your blog. I too am an aspiring blog writer but I’m still new to
    everything. Do you have any recommendations for newbie blog writers?
    I’d certainly appreciate it.

  4. Greetings! I’ve been reading your website for some
    time now and finally got the bravery to go ahead and give you a shout out from
    Huffman Tx! Just wanted to say keep up the excellent work!

  5. Remarkable things here. I am very happy to see your post.
    Thanks a lot and I am taking a look ahead to contact you.
    Will you kindly drop me a e-mail?

  6. What’s up, its fastidious piece of writing concerning media print,
    we all be familiar with media is a enormous source of data.

  7. After exploring a few of the articles on your web site, I truly appreciate your way of blogging.

    I added it to my bookmark webpage list and will be checking back soon. Take a look
    at my website as well and let me know what you think.

  8. It’s amazing to pay a quick visit this website and reading the views of all colleagues regarding this article,
    while I am also zealous of getting know-how.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.