Bupati Enrekang : Jangan Meninggalkan Air Mata Buat Anak Cucu Kita

pelepasan divisi gunung hutan oleh bupati enrekang / foto : naim
Pelepasan divisi gunung hutan oleh bupati Enrekang / foto : naim

Makassar, cakrawalaide.com – Panitia dan peserta TWKM 28 Mapala Universitas Muslim Indonesia telah sampai di desa Baraka kabupaten Enrekang, Selasa (18/10). Dalam perjalanan menggunakan truk menuju desa Baraka, rombongan  melihat banyak hamparan ladang pertanian yang ditanami bawang merah, hal ini menjadi hiburan tersendiri untuk menghapus lelah setelah lamanya perjalanan.

Setibanya di desa Baraka para peserta disambut keramahan warga desa, mereka menyambut baik kegiatan ini, “kegiatan ini bertaraf nasional jadi dengan adanya kegiatan ini, desa kami bisa dikenal lebih luas dan mahasiswa juga dapat mengetahui adanya kampung bone-bone, kampung bone-bone ini adalah daerah terbersih di dunia, di daerah ini dilarang merokok, buang sampah disembarang tempat bahkan di daerah ini tidak mengenal yang namanya pupuk kimia seperti halnya di daerah lain yang banyak menggunakan pupuk kimia,” tutur Sumardi, warga desa Baraka.

Ia menambahkan agar kiranya ada output dari kegiatan apalagi ini tentang alam sebisanya menjaga alam dan berkontribusi terhadap alam.

Dalam sambutannya H. Muslimin Bando, bupati Enrekang sempat membahas tentang keindahan gunung Latimojong, “di gunung Latimojong menjadi sumber air karena dari Latimojong inilah air sungai itu mengalir sampai kabupaten Luwu dan Wajo,” ujarnya.

Ia tidak lupa mengingatkan mahasiswa agar jangan meninggalkan air mata buat anak cucu kita, tapi kita harus meninggalkan mata air buat mereka, yang artinya kita harus menjaga kelestarian alam dan menjaga pohon yang menjadi sumber air masa depan.

penulis : Naim

Red : Hutomo

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *