FMK Kolektif kota Makassar Menggelar Pendidikan Sekolah Politik Kerakyatan III

Suasana Front Mahasiswa Kerakyatan (FMK) Kolektif Kota Makassar menggelar Sekolah Politik Kerakyatan III (SPK III) di Baruga Paralegal LBH Makassar dengan tema Bangun Persatuan Gerakan Mahasiswa, Rebut Demokrasi. / Foto : Pade
Suasana Front Mahasiswa Kerakyatan (FMK) Kolektif Kota Makassar menggelar Sekolah Politik Kerakyatan III (SPK III) di Baruga Paralegal LBH Makassar dengan tema Bangun Persatuan Gerakan Mahasiswa, Rebut Demokrasi. / Foto : Pade

Makassar, cakrawalaide.com – Front Mahasiswa Kerakyatan (FMK) Kolektif Kota Makassar menggelar Sekolah Politik Kerakyatan III (SPK III) di Baruga Paralegal LBH Makassar dengan tema Bangun Persatuan Gerakan Mahasiswa, Rebut Demokrasi.

Kepala Sekolah Politik Kerakyatan III (SPK III) Ari mengatakan bahwa Sekolah Politik Kerakyatan III ini menjadi ruang alternatif pembangunan kesadaran khususnya ditingkatan Mahasiswa sehingga model pengorganisiran di FMK sepenuhnya dimuarakan dalam sektor kampus.

“Alasan kami mengadakan Sekolah Politik Kerakyatan III ini, pertama sekolah ini menjadi ruang alternatif untuk pembangunan kesadaran khususnya ditingkatan mahasiswa makanya model pengorganisiran kami di FMK sepenuhnya dimuarakan di sektor Kampus,” jelas Ari selaku kepala sekolah, Jumat (04/11).

“cita-cita untuk mengembalikan sejarah gerakan mahasiswa itu pada titah awalnya bahwa gerakan mahasiswa harus kembali dan turut andil dalam sistem perpolitikan di negara Indonesia, karena mahasiswa mempunyai peran dan sejarah penting dalam bangsa ini,” lanjutnya.

Ari juga sedikit menyinggung terkait keadaan demokrasi di kampus dimana nalar kritis mahasiswa saat ini, kampus tidak membangun nalar kritis mahasiswa, tetapi justru menutup dan membunuh nalar kritis mahasiswa.

“kampus saat ini justru tidak mengajarkan mahasiswa bagaimana membangun nalar yang kritis tetapi justru membunuh dan mengunci seluruh nalar kritis mahasiswa, sehingga mahasiswa baru maupun yang sudah lama di kampus mereka tidak mempunyai kepercayaan diri dalam segala hal dan justru tunduk dan patut terhadap sistem pendidikan saat ini,” tegasnya.

Ramlan salah satu peserta, mengatakan “keinginan saya mengikuti pendidikan ini karena sekolah politik kerakyatan ini yang berbicara tentang arti sebuah pendidikan karena kalau mau dilihat pendidikan kita sekarang mulai terpuruk, jadi itu adalah salah satu alasan saya disini dan juga menjalankan sebuah fungsi mahasiswa,” jelasnya.

Sekertaris FMK Kolektif kota Makassar Muhammad Saiful Rania mengharapkan kepada peserta Sekolah Politik Kerakyatan III ini bisa terlibat langsung untuk bergabung dalam FMK dan sama-sama berjuang digaris massa merebut cita-cita bersama yaitu pembebasan manusia dari penindasan dan penghisapan oleh Kapitalisme hari ini.

“Dengan diadakannya Sekolah Politik kerakyatan ini, harapan saya bagaimana teman-teman peserta bisa terlibat langsung untuk bergabung dalam FMK dan sama-sama berjuang digaris massa merebut cita-cita bersama yaitu pembebasan manusia dari penindasan dan penghisapan oleh Kapitalisme hari ini,” jelasnya.

“Front Mahasiswa Kerakyatan Kolektif Kota Makassar adalah organisasi politik dikalangan mahasiswa untuk bagaimana bisa membuat mahasiswa bersatu dalam suatu alat perjuangan yaitu di dalam FMK itu sendiri,” lanjutnya.

Peserta Sekolah Politik Kerakyatan III ini berasal dari beberapa Kampus di Makassar, yaitu Universitas Muslim Indonesia(UMI), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN Alauddin), Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM), Universitas Muhammadiah (UNISMUH), Universitas Cokrominoto, Atro Muhammadiah, STITEK NUSINDO.

Penulis : Pade

Red : Israwati Nursaid

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *