AMI : Lawan Liberalisasi Pendidikan Rebut Demokrasi Sejati

AMI : Lawan Liberalisasi Pendidikan Rebut Demokrasi Sejati
AMI : Lawan Liberalisasi Pendidikan Rebut Demokrasi Sejati

Makassar, cakrawalaide.com – Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI), Lawan Liberalisasi Pendidikan, Rebut Demokrasi Sejati menjadi tuntutan dasar AMI dalam aksi momentum International Student Day yang diperingati setiap 17 november, aksi ini berlangsung di bawah flyover, Kamis (17/11).

International Student Day (ISD) merupakan hari perlawanan dan perjuangan para pelajar dan mahasiswa di dunia untuk melawan fasisme dan kapitalisme yang memengaruhi keadaan universitas dan sekolah.

 Tendri Sompa, Humas AMI, mengatakan bahwa sampai saat ini pendidikan kita tidak mempunyai titik terang atau titik temu yang dimana persoalannya adalah seharusnya pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa dan memanusiakan manusia, tapi realita yang terjadi adalah untuk mengenyam sebuah pendidikan itu sangat mahal, “Berbicara tentang pendidikan sampai saat ini tidak mempunyai titik terang atau titik temu yang dimana persoalannya adalah seharusnya pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa dan memanusiakan manusia, tapi realita yang terjadi adalah untuk mengenyam sebuah pendidikan itu sangat mahal,” kata Tendri Sompa, Humas AMI.

Marwan Bumi, petugas nasional Federasi Mahasiswa Kerakyatan juga menegaskan bahwa hari ISD ini menjadi tonggak perlawanan bagi pelajar-mahasiswa terhadap situasi pendidikan saat ini yang sudah di liberalisasi, dimasifkan dan diarahkan ke pasar sehingga pendidikan yang seharusnya bermakna kerakyatan sudah luput dari nilai-nilai itu sehingga yang kita rasakan dikampus adalah uang kuliah mahal dan kehidupan kampus yang tidak demokratis, “ISD ini dikalangan pelajar-mahasiswa memaknainya sebagai tonggak perlawanan bersama terhadap situasi yang terjadi saat ini dimana sistem pendidikan saat ini memang sudah di liberalisasi, dimasifkan dan diarahkan ke pasar sehingga pendidikan yang seharusnya bermakna kerakyatan tetapi luput dari nilai-nilai itu sehingga yang kita rasakan dikampus pendidikan mahal dan suasana kampus yang tidak demokratis,” tegas Marwan Bumi, petugas nasional Federasi Mahasiswa Kerakyatan.

Marwan juga menyikapi pemerintahan Jokowi-Jk yang dimana pemerintah Jokowi-Jk telah meneruskan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dan paket ekonomi Jokowi-Jk yang merupakan program ekonomi global yang mengisyaratkan liberalisasi, privatisasi dan dereguralisasi pendidikan, “ini sudah terbukti bahwa dengan hadirnya pemerintahan Jokowi-Jk yang pertama pemerintahannya telah meneruskan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), dan yang kedua paket ekonomi Jokowi-Jk yang artinya bahwa ini merupakan program ekonomi global yang mengisyaratkan liberalisasi, privatisasi dan dereguralisasi pendidikan,” jelasnya.

Marwan juga mengharapkan untuk kalangan gerakan mahasiswa harus memasifkan kampanye-kampanye ISD, harapannya juga selayaknya pendidikan kita saat ini seharusnya gratis karena kita mempunyai banyak hasil kekayaan alam selain itu kami juga membutuhkan pendidikan yang demokratis, ilmiah dan bervisi kerakyatan, “harapan saya kedepannya kalangan gerakan mahasiswa harus memasifkan lagi kampanye-kampanye ISD, harapannya juga sistem pendidikan saat ini selayaknya gratis karena kita mempunyai banyak hasil kekayaan alam selain itu kami juga membutuhkan pendidikan yang demokratis, ilmiah dan bervisi kerakyatan,” jelasnya.

Penulis : Pade

Red : Israwati Nursaid

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *