Gerakan Persma Perlu di Refleksi

11286465_557066424432328_972149498_oMakassar, Cakrawalaide.com – Berbicara tentang gerakan pers mahasiswa (Persma) dewasa ini, sangat banyak yang perlu direfleksi, seperti regresifnya gerakan persma dalam mengawal issu-issu sosial. Dalam diskusi yang diadakan oleh Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) UNHAS, di Ruang Tempo UKPM UH, Senin (01/06), disinggung mengenai pergerakan pers mahasiswa yang dalam beberapa tahun terakhir telah menurun semangat pergerakannya.

Diskusi yang dihadiri oleh beberapa lembaga Pers Mahasiswa (LPM) itu membahas seputar permasalahn sosial yang ada di Makassar, seperti Reklamasi pantai, penggusuran, dan swastanisasi lahan parker. Selain itu, dibahas pula mengenai ideologi Persma dan issu pendidikan yakni UU Pendidikan Tinggi yang sangat sarat dengan kepentingan neoliberalisme.
Menurut Ika UKPM UH, penyebab menurunnya gerakan persma karena hampir seluruh pers mahasiswa hanya sibuk dengan urusan kampus dan LPM-nya. “Hampir seluruh pers mahasiswa disibukkan oleh masing-masing sektor di dalam kampus” ujarnya. Hal ini disinggung pula oleh Ayi dari UPPM-UMI. “Mahasiswa hanya sibuk mengurus permasalahan yang terjadi di sekitar kampus seakan-akan tutup telinga pada isu-isu yang lebih besar di lokal” tambahnya.

Di samping sibuknya pers mahasiswa di masing-masing sektor, koordinasi antara LPM juga masih sangat kurang. “Sehingga, pergerakkan itu sendiri bagai terkungkung dalam lingkup kampus yang sangat sempit untuk bagaimana mampu mengembangkan ideologi-ideologi persma itu sendiri” tegas Aspar UKPM UH.
Dalam diskusi tersebut, ada beberapa tawaran yang menarik untuk bagaimana mampu menghidupkan kembali semangat pergerakkan persma. Menurut Uki UKPM UH, perlu melakukan diskusi rutin antar persma sehingga adanya issu yang dibahas bersama. “Melalui cara tersebut seluruh LPM mampu memberikan feedback satu sama lain, baik permasalahan dalam lingkup kampus maupun lokal” ujarnya.

Adapula tawaran untuk melakukan pengawalan isu bersama dan kemudian pemetaan kasus sehingga dapat meningkatkan kekuatan pergerakkan Persma. “Tawaran ini mampu membuat bagaimana setiap mahasiswa mampu mentaktisi setiap kasus yang terjadi melalui sudut pandang masing-masing berdasarkan kode etik pers” tangkas Ayi UPPM-UMI.

Penulis : Winda
Red : Ukhay

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *