KABAMAFEK Menolak Sistem Simpadu

Aksi tuntutan sistem simpadu yang merugikan mahasiswa, Foto By : Ade

Makassar, cakrawalaide.com – Puluhan mahasiswa fakultas ekonomi Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang tergabung dalam aliansi Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi (KABAMAFEK) menggelar aksi menolak sistem simpadu yang dianggap menghambat proses perkuliahan mahasiswa. Aksi tersebut digelar di depan pintu dua kampus UMI, Selasa (10/10).

Dalam aliansi KABAMAFEK tersebut yang didominasi oleh mahasiswa angkatan 2014 dan mahasiswa yang ingin melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN), mereka ingin pihak birokrasi memberangkatkan mahasiswa yang sudah belanja mata kuliah KKN.

Mereka menganggap bahwa kinerja simpadu sangat merugikan mahasiswa. Hal ini juga dibenarkan oleh Rifal selaku Koordinator Lapangan (Korlap) “Aksi ini merupakan suatu bentuk kekecewaan kami terhadap Wakil Rektor I, karna mengambil keputusan sepihak terkait mata kuliah KKN yang sudah dibelanjakan disimpadu tetapi dihapus secara tiba-tiba” Ujar Rijal.

Kemudian aksi tersebut dilanjutkan ke depan rektorat UMI. Mereka ingin mendengarkan pendapat dari pihak birokrasi terkait tuntutan mereka.

Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Syahnur Said, SE, MS menolak tututan mahasiswa tersebut, “Sistem disimpadu sudah diatur, apabila tututan kalian diterima maka simpadu akan jebol dan akan berlaku disemua fakultas di UMI” tutur WR I di depan Gedung Rektorat UMI.

Adapun tuntutan dan pernyataan sikap Aliansi KABAMAFEK yaitu:

  1. Mahasiswa yang sudah membelanjakan mata kuliah KKN harus diberangkatkan
  2. Menuntut pertanggungjawaban dan rasionakisasi pihak birokrat mengenai penghapusan mata kuliah KKN dari simpadu secara sepihak dan tanpa pemberitahuan
  3. Menuntut kebijakan yang sama terhadap kasus KKN tahun lalu (2013)
  4. Menuntut transparansi data simpadu dalam hal ini berbicara tentang KKN
  5. Menuntut perbaikan simpadu agar tidak merugikan mahasiswa
  6. Kami menolak keras PRS-kan simpadu kami
  7. Apabila tuntutan kami tidak diindahkan maka kami akan menggelar aksi lanjutan

Penulis : Ijan

Red : Izhan Ide

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.