Memperingati Hari Buruh Internasional: Menuntut Keadilan Bagi Buruh dan Masyarakat yang Belum Merasakannya
Aksi Peringatan May Day Makassar
Makassar CakrawalaIDE.com Ratusan massa aksi yang bergabung dalam Aliansi Mei Berlawan memadati Jl. Urip Sumoharjo dalam rangka memperingati May Day (Hari Buruh Internasional) di bawah Fly over, kota Makassar. Dengan berbagai tuntutan dari keresahan buruh, Jumat 01/05/2026.
May Day menjadi momentum para mahasiswa dan kaum pekerja maupun masyarakat luas untuk menyampaikan keresahannya. Mulai dari isu upah yang tidak layak, jam kerja yang tidak manusiawi, revisi Omnibus Law, hingga kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan kelompok rentan di berbagai daerah.
“Nah itulah yang kemudian kita terus gaungkan sampai pada hari ini,” ucap Rian selaku humas aliansi.
Rian melanjutkan bahwa tuntutan para buruh sejak tahun 1886 hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga kondisi buruh yang dirasakan saat ini tidak jauh berbeda dengan situasi saat itu,
“Apa yang kemudian dirasakan pada saat itu tentunya diskriminasi hingga pembungkaman,” ucapnya.
Ketidakadilan tidak hanya dirasakan oleh para buruh, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti yang dialami masyarakat papua. Kebijakan proyek strategis nasional yang di mana tidak ada persetujuan kepada masyaraka adat yang ada di Merauke, di mana saat ini ada sekitar 6 juta hektar hutan yang telah dibabat habis oleh kebijakan PSN.
“PSN ini hanya kebijakan sepihak tanpa ada persetujuan masyarakat papua terutama itu masyarakat adat yang ada di merauke,” ucap Bules Morup.
Lebih lanjut bules menjelaskan bahwa banyaknya pelanggar HAM yang terus terjadi di papua, namun negara tidak punya inisiasi untuk menyelesaikan segala bentuk persoalan pelanggaran HAM tersebut.
“Ada militerisasi yang terus masif di Papua masif dan berkepanjangan,” tuturnya.
Salim salah satu massa aksi juga menyampaikan bahwa dari sekian banyaknya tuntutan pada aksi tersebut, buruh juga menuntut agar UU Ketenagakerjaan disahkan, sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68. Selain itu buruh juga menuntut agar perbudakan kaum buruh dihentikan, dan segala bentuk diskriminasi hak-hak buruh perempuan
“Ada banyak tuntutan yaa di aksi hari ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut Salim menjelaskan tuntutan dari buruh petani yaitu “Wujudkan reforma agraria yang adil gender.”
Adapun harapan dari massa aksi adalah bagaimana tuntutan mereka bisa menjadi perhatian pemerintah dan tentunya kedepan akan dikawal bersama sampai benar benar pemerintah memperhatikan tuntutan tuntutan rakyat yang ada.
“Kami akan mengupayakan untuk merawat aliansi tuntutan tuntutan yang diajukan itu bisa dikawal bersama,” tutup Salim.
Penulis: Miftahul Khair AR
Redaktur: Nur Syafika Utami
