BPJS, jangan memaksa

Salah satu penjual tissu di bawah fly over / Foto : Sasty
Foto : Sasty
Makassar,cakrawalaide.com – Dibawah terik matahari jembatan fly over, siang itu tepatnya pukul 12.00 wita salah satu kelompok organisasi mahasiswa melakukan aksi menolak kenaikan iuran BPJS, hal ini tentu saja dikarenakan pelayanan BPJS yang belum ada peningkatan sedangkan uang iuran ingin dinaikkan lagi.

BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, mulai dari masyarakat kalangan bawah sampai yang keatas. Hampir seluruh rakyat indonesia menggunakan BPJS. Beberapa Orang yang memakai BPJS mengganggap bahwa jaminan kesehatan ( klaim pemerintah ) ini akan membantu ketika suatu waktu sakit tak dapat ditolak lagi.

Siang itu, ketika penulis sedang berdiri membagikan pernyataan sikap kepada para pengguna jalan, penulis di datangi oleh seorang ibu-ibu, orang biasa memanggilnya ibu Eni. Setiap harinya ia berjualan tissu di depan sebuah pos Polisi, setiap lampu merah ia kemudian menjajakan tissu yang dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari – harinya kepada para pengguna jalan. Dibawah jembatan layang itu dia tak bekerja sendirian, ada ibu dan anak anak yang menjual koran untuk para pengendara yang harus berhenti karena lampu merah. Dia mengaku bahwa BPJS justru semakin membebani keluarganya. Ia bercerita bahwa dirinya sudah 4 bulan ini ia tidak membayar BPJS, hal itu disebabkan karena ia sudah tidak sanggup menanggung 8 anggota keluarganya yang memakai BPJS. Sekitar 1 tahunan ia menjadi peserta BPJS, Dirinya harus menanggung biaya 4 orang anak, 4 orangnya lagi itu anggota keluarga seperti sepupu, dan keponakannya. Namun, ia memutuskan untuk beralih karena menurutnya iuran yang ia harus bayar terlalu mahal. Salah satu anaknya pernah masuk rumah sakit dan harus dioperasi, setelah anaknya selesai dioperasi, dirinya terpaksa membayar obat obat yang harganya lumayan mahal karena BPJS tidak menanggung obat setelah operasi.

Ada banyak keluhan yang ia ceritakan tentang BPJS, Ibu Eni sebenarnya ia sudah ke kantor BPJS, Ia meminta agar BPJS yg ia gunakan sekarang di ganti dengan BPJS untuk warga yg tidak mampu. akan tetapi yg terjadi malah tak sesuai yang dirinya inginkan. Permintaanya justru ditolak di kantor BPJS dengan alasan bahwa BPJS sebelumnya sudah berjalan dan data ibu Eni yang ada di komputer tidak bisa di ubah lagi.

Terhitung beberapa hari kedepan iuran BPJS akan dinaikkan pemerintah, tepatnya tanggal 1 April nanti. Dasar hukum sudah diterbitkan oleh Jokowi tinggal menunggu keberlakuannya saja. Ibu Eni mungkin akan semakin tercekik jika Iuran ini telah berlaku. Tapi mungkin bukan hanya ibu Eni yang akan merasakan dampak dari kebijakan pemerintah ini. Ada banyak masyarakat kecil yang akan mengalami nasib yang sama di tengah tuntutan ekonomi yang semakin sulit.

Penulis : Utami
Red : Hutomo

redaksi

One thought on “BPJS, jangan memaksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.