Jangan Takut dengan Sinar UV

Infografis, proses sinar UV diserap oleh lapisan kulit / gambar : fjb.kaskus.co.id
Infografis, proses sinar UV diserap oleh lapisan kulit / gambar : fjb.kaskus.co.id
Mendambakan kulit putih cemerlang adalah impian sebagian orang dan menganggap kulit putih menjadi sebuah nilai tambah dari fashion dan gaya hidup. Karena itu, banyak pria maupun wanita yang memperoleh kulit putih ogah untuk kena sinar matahari. Anggapan bahwa sinar UV akan mengubah pigmen kulit menjadi alasan tak suka jika terpapar sinar matahari.

Tapi tunggu dulu, matahari adalah sumber kehidupan dan tentunya tak seburuk itu. Sinar matahari masih menjadi nomor satu dalam menjaga keberlangsungan kehidupan. Mungkin beberapa pengalaman orang-orang dulu masih sangat relevan dan dijadikan contoh.

Lastri Sunandar (67) agak menggerutu melihat putri bungsunya memandikan si cucu. Wati (25) terlihat kaku memandikan anak pertamanya yang berusia 4 minggu, air yang diusapkannya hampir mengenai mata si bayi.

“Minggir, anakmu sudah kedinginan” kata Lastri,

Lastripun mengambil handuk dan mengusap seluruh tubuh bayi. Ia kemudian mengurut dengan lembut kedua kaki si bayi dan membawa si bayi di bawah sinar matahari pagi, sambil kembali mengurut kedua kaki mungil itu.

“saya tidak tahu kenapa harus seperti ini, kami hanya mengikuti apa orang tua kita dulu lakukan. Tapi saya pernah mendengar cara seperti ini untuk menghindari agar kakinya lurus dan tidak berbentuk O” katanya

Begitulah cerita Lastri yang memandikan anaknya, walaupun ia belum tahu kenapa hal tersebut ampuh, tapi penelitian membenarkan hal tersebut. Salah satu dari sinar matahari adalah sinar Ultraviolet (UV). Radiasi ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh sinar matahari tidak selalu membahayakan. Sinar matahari ternyata dapat merangsang produksi vitamin D pada tubuh. Tidak seperti kawan-kawannya, vitamin C dan E, vitamin D kerap dilupakan. Padahal vitamin D merupakan nutrisi vital bagi kesehatan, terutama untuk menjaga kesehatan tulang.

Tidak hanya itu, menurut sebuah penelitian, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes, nyeri tulang dan otot, kangker payudara, prostat, ovarium, usus besar, dan esofagus.

Untuk mendapat asupan vitamin D yang cukup, Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang. Cukup terkena paparan sinar matahari secara teratur saja sudah dapat merangsang kulit untuk menghasilkan vitamin D yang jauh melebihi kebutuhan Anda.

Beberapa penyakit memang timbul karena asupan vitamin D yang kurang Lupus vulgaris. Biasa juga disebut tuberkulosis kulit. Penyakit ini menghasilkan borok besar pada wajah dan leher. Namun dengan lampu UVB, penyakit ini bisa disembuhkan.

Rakitis adalah penyakit yang menyebabkan tulang anak melunak karena tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup. Salah satu faktor umum terjadinya rakitis adalah kurangnya vitamin D. Vitamin D diperlukan dalam penyerapan kalsium dari makanan dan membawanya ke tulang. Dengan bantuan paparan radiasi UV yang merangsang produksi vitamin D di kulit, risiko penyakit ini bisa dikurangi.

Vitiligo suatu kondisi yang bisa menyebabkan hilangnya pigmen pada beberapa bagian kulit. Hal ini terjadi ketika sel penghasil pigmen kulit tidak dapat berfungsi atau mati. Penderita vitiligo dapat diobati dengan terapi UVA. Terapi ini cukup efektif, namun meningkatkan risiko kanker kulit.

Psoriasis seperti penyakit autoimun ini dapat menyebabkan luka dan penebalan lapisan kulit sehingga kulit terasa bersisik. Luka psoriasis terasa gatal dan perih. Salah satu pengobatan psoriasis sama seperti vitiligo, yaitu dengan terapi UVA.

Walaupun sinar matahari cukup sehat dengan asupan vitamin D nya, tetap harus mempunyai tips agar kamu tetap aman bermain-main dengan sinar matahari. Yang pastinya bermain dengan sinar matahari jangan sampai kulit terbakar, gunakan tabir surya, teratur untuk terkena sinar matahari.

Penulis : Ali Asrawi
Red : Ukhay

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.