Menuju World Class University, Rangking UMI di Nasional malah Merosot

4icu logo
4icu.org

Makassar, cakrawalaide.com — Sejak memimpin UMI tahun 2010 lalu, Prof. Masrurah Mochtar  mempunyai visi menjadikan UMI sebagai universitas yang berkelas dunia. Untuk menuju visi itu, tentu tidak mudah karena rektor sadar, bahwa hal yang pertama harus dikerjakannya adalah mengubah citra UMI di masyarakat.

Dalam menjaga UMI yang lagi memperbaiki citranya, rektor mulai bertindak tegas dengan segala tindak kekerasan ataupun bentrokan antar mahasiswa yang malah mencoreng UMI. Untuk itu, rektor mulai merangkul kepolisian, intelijen, bahkan militer untuk memastikan UMI aman dalam mencapai visi-misinya.

UMI kini telah berbenah, infrastruktur dibangun, kerjasama diperluas, dan UMI mulai eksis dalam event-event ditingkat nasional bahkan dunia. Tapi UMI yang telah mempersiapkan diri menuju visi world class, ternyata peringkat UMI di nasional justru merosot, bahkan UMI yang dipercaya sebagai universitas terbesar di Indonesia Timur, malah berada dibawah universitas-universitas lain yang baru berdiri.

Menurut data yang dikeluarkan 4 International Colleges & Universities (4ICU) bahwa per januari 2015 UMI berada peringkat 132 nasional, setelah sebelumnya berada di peringkat 81 nasional per januari 2014. Peringkat ini masih dibawah UIN Alauiddin peringkat 112, Universitas Tadulako peringkat 95, Universitas Darussalam Ambon peringkat 78, Universitas Pattimura peringkat 76, Universitas Negeri Makassar peringkat 73, Universitas Negeri Gorontalo peringkat 69, dan Universitas Hasanuddin peringkat 22.

4ICU merupakan suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian-penilaian berdasarkan kepopuleran situs yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara. 4ICU ini menggunakan tiga kriteria dalam penentuan peringkat tersebut yaitu Google Page Rank, Majestic SEO Referring Domain, serta Alexa Traffic Rank. Hal ini berkaitan dengan situs/website (kualitas artikel), akses website, jumlah konten yang ada di website tersebut, jumlah website/domain dari luar universitas yang memberikan link kepada sebuah website universitas, serta berdasarkan rata-rata traffic/pengunjung website.

4ICU ini biasa mengambil data dua kali dalam setahun yaitu pada bulan januari dan juli. Meski 4ICU melakukan penilaian non akademik, namun untuk menuju world class UMI juga perlu memperhatikan website sebagai media dengan artikel-artikel yang berkualitas go internasional dengan isu-isu terkini dan posisi UMI dalam opini kebijakan pembangunan nasional segala bidang. Karena website UMI merupakan akses paling gampang untuk menilai UMI dari luar.

Penulis : Ayie
Red : Walla

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *