Pandang Raya Mencari Keadilan

IMG_5393
ilustrasi

(Reportase Gerakan Longmarch Warga Pandang, Bagian I)

Oleh : Ayie Wallacea

Makassar, cakrawalaide.com — Rumah warga pandang raya telah tergusur sebulan yang lalu, puluhan kepala keluarga terlantar tanpa tempat tinggal. Sebagian anak-anak warga pandang tak bisa bersekolah karena sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang dibangun atas tanah tersebut juga ikut tergusur, meski sengketa tanah pandang secara telanjang merupakan perkara yang timpang.

Dari beberapa data yang telah dikeluarkan oleh beberapa sumber, tanah seluas 4000 M2 di Jalan Pandang Raya itu merupakan milik warga dengan legalitas hak yang sah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya akta jual beli yang sah, surat pajak bumi dan bangunan, dan sertifikat tanah. Meski telah berdiri diatas legalitas yang sah menurut hukum, tanah tersebut tetap digugat oleh pengusaha yang bernama Goman Wisan (seorang pengusaha kakao dari Palu) dan kemudian memenangkannya sampai pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Berbekal itulah Goman dengan bantuan preman bayaran kemudian menggusur rumah warga yang sah. Penggusuran yang dilakukan oleh Goman juga melabrak Surat Keputusan lurah, camat dan Kepala BPN Kota Makassar yang menyatakan berdasarkan persil dan kohir bahwa tanah Goman Wisan bukanlah di Pandang Raya (error in objecto).

Warga pandang raya hingga kini melakukan gerakan untuk menolak perampasan tanah yang dilakukan oleh Goman, hingga kini upaya litigasi dan non-litigasi telah dilakukan, seperti mengampanyekan kepada seluruh warga mengenai kasus Pandang Raya dan mengajak bersolidaritas untuk melawan segala bentuk perampasan tanah oleh negara maupun pemodal.

Dari segala macam upaya, warga Pandang Raya kemudian memilih untuk berjalan kaki mengelilingi kota makassar, hal ini merupakan aksi protes rapuhnya kekuatan hukum untuk menopang keadilan. Warga Pandang Raya yang harusnya memiliki hak atas tanah sesuai mekanisme hukum yang sesuai, namun karena kuatnya modal dalam mengendalikan putusan hukum membuat tanah warga beralih ke tangan Goman Wisan.

Aksi longmarch ini dilakukan, Senin (20/10) oleh Sembilan orang warga pada pukul 06.00 WITA, yang dimulai di Perbatasan Maros – Makassar (Sudiang). Menurut Kasim, Humas dalam aksi ini mengatakan dalam perjanan awalnya ada beberapa warga lain yang turut menanyakan apa yang dilakukan, dan kenapa aksi longmarch ini dilakukan. Beberapa wartawan juga meliput longmarch ini, dari peserta longmarch kami mendapatkan beberapa nama-nama media lokal maupun nasional yang turut menyebarkan aksi ini.

Sekita pukul 09.00 WITA peserta aksi tetap berjalan dan telah memasuki kawasan Pasar Daya dan memilih beristirahat di depan Daya Bussines Centre, selama beristirahat beberapa simpatisan dan warga membawakan beberapa makanan dan minuman sebagai tambahan bekal peserta aksi, mengingat rute yang akan ditempuh cukup jauh. Menurut Fajri salah satu simpatisan aksi, rute yang akan ditempuh oleh teman-teman aksi longmarch adalah Sudiang – Daya – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Urip Sumohardjo – Jl. Bawakaraeng – Jl. Ratulangi – Jl. Veteran – Jl. AP. Pettarani – Jl. Sultan Alauddin – dan titik terakhir kembali ke posko Pandang Raya. bukan hanya berjalan, peserta aksi mempunyai targetan untuk menyebarluaskan kasus pandang dan memupuk solidaritas sesama warga, olehnya itu peserta longmarch mencetak sebanyak-banyaknya selebaran untuk dibagikan kepada warga makassar. Peserta aksi berencana untuk menyebarkan selebaran ke kampus-kampus yang nantinya akan dilewati selama longmarch.

Dari Daya Bussines Centre peserta aksi kemudian berjalan meninggalkan Daya, sekitar pukul 10.00 WITA. Menurut salah satu tim penyebar info, yang juga ikut dalam longmarch mengatakan bahwa selama perjalanan teman-teman kenalan peserta aksi, memberikan dukungan atau sekedar menyapa peserta aksi.

Meninggalkan kawasan Daya, peserta aksi kemudian beristirahat di depan rumah ibadah Pura Giri Natha Makassar. Di tempat ini, peserta aksi kemudian ditemui oleh Andi Pawellangi, salah satu warga Pandang Raya untuk sekedar melihat kondisi peserta longmarch, dan memberikan kabar tentang warga pandang lain bersama tim litigasi (LBH Makassar) yang telah siap menemui Ombudsman Kota Makassar. Pertemuan dengan Ombudsman targetannya adalah meminta kepada Ombudsman untuk memastikan audiensi warga dengan pihak BPN maupun pengadilan (pihak-pihak terkait dengan kasus penggusuran Pandang Raya) perihal pembukaan warka tanah.

Setelah beristirahat di Pura Giri Natha Makassar, peserta longmarch melanjutkan aksinya menuju Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), ini adalah kampus pertama yang menjadi persinggahan para peserta aksi. Kabar lain menyebutkan bahwa beberapa mahasiswa Unhas telah siap menyambut warga Pandang Raya dan mengantar warga untuk memasuki fakultas-fakultas dan mengampanyekan kasus pandang lewat selebaran. Didepan pintu II Unhas, puluhan mahasiswa menyambut kedatangan warga. Tapi sebelum ke fakultas-fakultas, para peserta longmarch beristirahat dan makan siang di dekat Fakultas Hukum.

Di Unhas para peserta longmarch nantinya akan diantar oleh mahasiswa untuk mengelilingi unhas sembari mengedarkan selebaran. Adapun rute dalam Unhas yang dilewati adalah Fakultas Hukum – Fakultas Ekonomi – Fakultas Sastra – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik – Perpustakaan UH – Fakultas Farmasi – Fakultas MIPA – Agrokompleks (Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) – Fakultas Kedokteran – Fakultas Kesehatan Masyarakat – kemudian berisitirahat di Danau Unhas (dekat Pintu I Unhas).

Di Danau Unhas para peserta aksi beristirahat, beberapa warga Pandang Raya juga datang menemui peserta aksi. Istirahat di Danau Unhas cukup lama mengingat kondisi peserta aksi yang lelah. Beberapa peserta aksi tidur dan bercengkrama dengan suasana danau, sembari beberapa peserta menunggu konfirmasi mahasiswa STIMK Dipanegara yang kampusnya menjadi targetan kampanye selanjutnya.

Beberapa jam setelahnya teman-teman yang datang dari Ombudsman kemudian menemui peserta aksi dan menyampaikan kabar hasil kesepakatan dari Ombusman, mereka mengatakan bahwa Ombudsman menerima peserta aksi, namun atas permintaan Ombudsman hasil kesepatan hanya menjadi konsumsi aliansi dan tidak dapat disebarkan ke publik.

Setelah beristirahat, peserta longmarch kembali jalan menuju Kampus STIMK Dipanegara dan teman-teman mahasiswa disana bersedia untuk menyambut warga Pandang Raya. namun karena waktu telah menunjukan pukul 17.00 WITA maka suasana kampus mulai sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang masih stay di kampus, tapi warga dan simpatisan tetap membagikan selebaran kepada mahasiswa.

DI STIMK Dipanegara kesepakatan camp telah ditentukan, yaitu di samping Kantor SPN Batua, Jalan Urip Sumohardjo, yang awalnya di rencanakan di Kolong Fly Over Makassar. Selanjutnya peserta aksi bergeser ke lokasi camp dan beristirahat. Hingga aksi selanjutnya esok harinya, Selasa (21/10).

Red: Her

redaksi

13 thoughts on “Pandang Raya Mencari Keadilan

  1. What i don’t realize is in reality how you are no longer really much more smartly-favored than you might be now.
    You’re so intelligent. You recognize thus considerably in the case of this matter, produced me
    in my view consider it from so many varied
    angles. Its like men and women are not interested until
    it’s something to do with Woman gaga! Your individual stuffs outstanding.

    At all times take care of it up!

  2. I am really impressed together with your writing talents and
    also with the structure for your blog. Is this a paid topic or
    did you modify it your self? Anyway stay up the excellent quality writing, it is rare
    to see a great blog like this one these days..

  3. Your style is very unique compared to other people I’ve read stuff from.

    I appreciate you for posting when you have the opportunity, Guess I will just bookmark
    this web site.

  4. Hey there! I know this is kinda off topic but I was wondering which blog platform are you
    using for this site? I’m getting fed up of WordPress because I’ve had issues with hackers and I’m looking
    at options for another platform. I would be fantastic if you could point me
    in the direction of a good platform.

  5. I’m amazed, I must say. Seldom do I encounter a blog that’s both educative and amusing, and let
    me tell you, you’ve hit the nail on the head. The issue
    is something too few people are speaking intelligently about.
    I am very happy I found this during my hunt for something concerning
    this.

  6. Howdy I am so happy I found your web site, I really found you by error, while I was looking on Google for something else, Anyways
    I am here now and would just like to say cheers for a incredible post and a all round exciting blog (I
    also love the theme/design), I don’t have time
    to read through it all at the minute but I have saved it and also added in your RSS
    feeds, so when I have time I will be back to read more, Please do keep
    up the fantastic b.

  7. Great article! That is the kind of information that are supposed to be shared across the net.
    Shame on the search engines for not positioning this put up higher!
    Come on over and visit my website . Thank you =)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.