Pencurian Motor Kembali Marak di Kampus UMI

Ilustration : Google.com
Ilustration : Google.com

Makassar, cakrawalaide.com – Kasus pencurian Motor akhir-akhir ini kambali marak terjadi di Universitas Muslim Indonesia. Kasus pencurian yang marak terjadi terutama pencurian motor, menimbulkan banyak kekecewaan mahasiswa yang menjadi korban perbuatan tercela oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Kondisi UMI seperti saat ini, dimana pengguna sepeda motor di kampus semakin membludak, memberi kesempatan lebar untuk pelaku kejahatan. Sementara lahan parkir masih begitu terbatas. Tugas menjaga keamanan dan ketertiban, secara struktural dibebankan kepada Satuan Keamanan Kampus.

Pengurus BEM Fakultas Hukum, Ahmad Zulfikar, sangat menyayangkan mengenai buruknya sistem pengamanan kampus di UMI. “Apa gunanya pengamanan yang di gaji kampus?” keluhnya. Dia menambahkan maraknya pencurian motor di UMI merupakan taanggungjawab pihak kampus. “Kampus bertanggung jawab penuh perbaiki fasilitas parkir, minimal tenaga pengamanan ditambah dan perlunya CCTV” tambahnya.

Hal ini senada dengan pernyataan Zulham Renurwarin, mahasiswa fakultas perikanan dan ilmu kelautan UMI. “Saya Itu tanggung jawabnya pihak kampus ketika ada pencurian seperti itu. Bila perlu keamanannya kampus lebih diperketatkan lagi” ujarnya

Modus pencurian ini bukan hal yang tabu di kampus. Beberapa kejadian pencurian tersebut tidak langsung mendapat respon oleh jajaran keamanan kampus maupun pihak universitas. Masalahnya, kejadian ini tidak hanya terjadi sekali dua kali. Akan tetapi sudah berkali-kali dan anehnya tidak kunjung ketahuan siapa yang mencuri.

Sebelumya, sudah ada system keamanan yang telah digagas oleh pihak keamanan kampus, yakni pengawalan bagi setiap kendaraan roda dua melalui kartu parkiran. Akan tetapi, system tersebut berjalan dengan setengah hati. Menurut saya cukup baik , Tetapi entah Mengapa Hal demikian tidak lagi di jalankan ungkap Mahasiswa hukum UMI, Rijal Adelansyah

Sekitar kampus UMI kurang aman terlebih pada jam-jam aktif kuliah yang notabenenya ramai sehingga modus pencurian itu semakin marak. karena di Makassar bukan zamannya lagi mencuri di malam hari bahkan di tempat yang sepi, pencuri sekarang kebanyakan melakukan aksinya ditempat – tempat ramai sehingga aksinya itu sulit untuk di deteksi orang lain.

Mahasiswa harus lebih memperhatikan lagi dalam memarkir motor. Misalnya motor harus dikunci ganda, parkir di tempat yang telah disediakan, mematuhi rambu-rambu yang sudah dibuat oleh satpam, dan juga parkir di tempat yang ada petugas parkirnya. Jika terjadi kasus pencurian, baik itu motor atupun helm, segeralah lapor kepada petugas kepolisian.

 

Penulis : Tomo

Red : Ukhay

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *