Protes Pemotongan BPP 300 Ribu Ricuh, AMU Kecam Pemukulan Diduga oleh Staf Kemahasiswaan UMI

Protes Pemotongan BPP 300 Ribu Ricuh, AMU Kecam Pemukulan Diduga oleh Staf Kemahasiswaan UMI

Penulis: Mansyur

Makassar, Cakrawalaide.com – Aksi protes Aliansi Mahasiswa UMI (AMU) kesekian kalinya terkait kebijakan pemotongan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP), senilai Rp 300.000 dampak pandemi berujung ricuh, di depan Gedung Rektorat UMI, Jl Urip Sumoharjo, Rabu (12/8/2020).

Beredar video di media sosial @aliansimahasiswaumi, massa aksi cekcok dan saling dorong dengan pihak keamanan dan staf kampus UMI. Salah satu staf kemahasiswaan diduga melakukan pemukulan.

“Telah terjadi pemukulan terhadap massa aksi aliansi mahasiswa UMI oleh staf bidang kemahasiswaan,” begitu bunyi keterangan video tersebut.

Postingan instagram aliansimahasiswaumi, terkait insiden pemukulan oleh oknum staf kemahasiswaan.

Dari pantauan cakrawalaide, aksi berlangsung sejak pukul 13.30 Wita hingga petang. Massa membentangkan spanduk untuk menutup separuh jalan lantaran tak diizinkan masuk ke halaman Gedung Rektorat dan tak kunjung ditemui Basri Modding selaku rektor.

“Lagi-lagi rektor UMI tidak menemui massa aksi, bahkan terjadi tindak kekerasan serta ujaran tidak etis yang dilakukan oleh oknum staf kampus terhadap massa aksi,” tutur Rafi selaku humas aliansi.

Lebih lanjut, menurut humas, AMU melayangkan kecaman atas pemukulan terhadap peserta aksi dan menuntut agar aspirasi mereka ditanggapi.

“Kami mengecam tindakan represif yang terjadi saat aksi tadi dan menuntut birokrasi kampus untuk segera mengakomodir tuntutan aliansi. Praktik kekerasan yang ditunjukan saat aksi tadi, sangat tidak mencerminkan nilai-nilai insan akademik,” tegas Rafi.

Sementara itu, salah satu staf yang diduga melakukan pemukulan enggan berkomentar saat diwawancarai.

Adapun tuntutan aliansi mahasiswa UMI, yaitu:
1.Gratiskan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan Selama Pandemi
2.Buka Transparansi Anggaran Kampus
3.Segera Evaluasi Kuliah Daring yang Tidak Efektif
4.Wujudkan Demokratisasi Kampus

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.