Tim Debat UMI: Demi Citra UMI yang Lebih Baik

524077_488566134503295_1279891547_n
Andri Mamonto salah satu anggota tim debat UMI / foto: Uki Kianto

Jakarta, cakrawalaide.com – Tim debat mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar keluar sebagai pemenang dalam ajang final debat mahasiswa TV One Aspirasi Untuk Negeri yang diselenggarakan oleh TV One dan Bank BNI. Dalam final debat tersebut, Tim Debat UMI berhasil menundukkan Tim debat UI. Ini tentu menjadi sebuah kebanggan besar bagi kampus swasta terbesar di wilayah Kawasan Timur Indonesia Ini.

Reporter Cakrawala ide sempat melakukan wawancara khusus dengan salah satu peserta sekaligus juru bicara Tim debat UMI, yaitu Andri Mamonto yang sering di sapa Aan. Berikut hasil wawancara reporter cakrawala ide:

Apa yang memotivasi anda dan kawan-kawan lain untuk mengikuti debat mahasiswa TV One Aspirasi Untuk Negeri?

Yang memotivasi saya dan teman-teman mengikuti ajang debat mahasiswa TV One aspirasi untuk negeri yaitu semata-mata hanya ingin belajar dan terlebih khususnya membawa nama baik kampus UMI.

Bagaimana perasaan anda dan teman-teman terkait keluar sebagai “The Winner” dalam ajang debat ini?

Pastinya kami sangat bangga, apalagi melawan Kampus UI yang notabenenya dikenal sebagai kampus nomor 1 (satu), sedangkan kita sama-sama tahu sendiri, kampus UMI memiliki citra yang berbanding terbalik dengan kampus UI.

Apa yang anda maksud dengan berbanding terbalik itu?

Yang saya maksud berbanding terbalik yaitu selama ini dipikiran orang pada umumnya, jika mendengar kata UMI pasti terlintas dibenaknya demo dan bakar ban. Tapi, pada momen kali ini, semua itu akan terhapuskan sehingga citra kampus UMI akan terangkat dengan sendirinya.

Pada debat tadi sore, tim debat UMI mengangkat tentang persoalan strategi penangganan kebebasan dan kerukunan umat beragama. Apa yang melatarbelakangi anda dan kawan-kawan mengangkat topik tersebut?

Berdasarkan hasil penelitian kami, data yang kami peroleh dari beberapa lembaga seperti Indonesia Research Center, setidaknya dalam 4 tahun terakhir terus terjadi peningkatan kekerasan terhadap kebebasan berkeyakinan dan beragama. Jika hal ini terus terjadi, konflik-konflik kekerasan tersebut dapat memicu disintegrasi bangsa dan perpecahan di tubuh  NKRI. Maka, kejahatan atau kekerasan terhadap kebebasan dan kerukunan umat beragama dapat dikategorikan sebagai kejahatan yang bersifat Extra Ordinary Crime karena dimana dapat mengancam stabilitas Nasional. Ketika sistem pemerintahan mau diperbaiki, perekonomian mau diperbaiki, toh kalau konflik masih tetap terjadi, maka yakin dan percaya akan berdampak pada goyangnya stabilitas nasional.

Jadi menurut anda, penangganan kasus kekerasan antar umat beragama masih sangat minim? Terus, bagaimana dengan tanggapan orang yang katanya pembentukan Komisi yang anda dan kawan-kawan usungkan pada debat tadi sore itu pemborosan APBN?

Untuk sekarang ini, lembaga yang menanggani kebebasan dan kerukunan umat beragama sebenarnya sudah ada seperti Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUI), akan tetapi tidak berjalan efektif. Nah, kalau misalnya ada yang beranggapan bahwa Lembaga (Komisi) yang kami tawarkan ini tidak perlu diadakan karena alasan biaya, maka menurutku orang tersebut tidak melihat permasalahan bangsa secara holistik. Jika pemerintah hanya memikirkan permasalahan biaya (Pemborosan APBN), tapi tidak memikirkan dampak dari konflik yang terjadi, maka pasti akan terjadi konflik yang lebih besar dan lebih parah lagi terkait kekerasan terhadap kebebasan dan keyakinan umat beragama.

Tapi, bukankah kekerasan terhadap kebebasan berkeyakinan dan beragama termasuk pelanggaran HAM? Kan, sudah ada KOMNAS HAM?

Sekarang lembaga-lembaga seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) terkesan lemah dan pasif, baik dari segi yuridis maupun kewenangan yang ada. Jadi, lembaga atau Komisi yang kami tawarkan ini seperti yang telah kita jelaskan pada saat debat tadi sore, memiliki kekuatan hukum dan juga legalitas yang kuat seperti dalam penyidikan dan penanganan kasus kekerasan, khususnya yang berhubungan dengan Kebebasan berkeyakinan dan beragama.

Terkait dengan kemenangan anda dalam ajang debat ini, katanya anda dan kawan-kawan mendapatkan hadiah dari pihak penyelenggara debat, yaitu berwisata ke London, Inggris. Kalau boleh saya tahu, apa rencana anda dan kawan-kawan nanti ketika tiba disana?

Saya dan teman-teman rencananya akan mangadakan Eduwisata, yaitu seperti kunjungan akademik gitu. Selain magang di kantor BNI Cabang London, kami juga akan mengunjungi Oxford university dan jalan-jalan di gedung parlemen Inggris. Selain itu, kami juga ingin menyaksikan pertandingan sepakbola antara Chelsea VS Arsenal nanti. Mumpung dibiayai alias gratis, hehehe

Apa harapan anda dan kawan-kawan kedepan khususnya bagi kampus UMI nanti?

Harapan kami pastinya ada perubahan di UMI. Selama ini, banyak orang yang menganggap UMI merupakan kampus yang hobbinya bentrok melulu. Kami sangat mengharapkan Kampus UMI mampu bersaing secara intelektual, maka tradisi debat ini harus berlanjut terus. Karena tidak bisa kita pungkiri bahwa momen debat ini adalah moment luar biasa. Kalaupun selama ini ada debat yang diikuti oleh mahasiswa UMI, itu tidak terekspos di Media. Nah, melalui media ini kita bisa mengangkat citra UMI, makanya sangat diperlukan regenerasi. Dan harapan kami juga, semoga kampus UMI memiliki regenerasi mahasiswa yang lebih baik dan mampu membawa nama almamater di kancah nasional maupun Internasional. (/Ukhay)

Penulis: Ukhay Kianto
Red: Kambuna

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *