Tantangan Dalam Membangun Indonesia

Makassar, cakrawalaide.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terpilih sebagai salah satu perguruan tinggi yang lolos dalam Penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) bersama Universitas Andalas, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Bina Nusantara.

Empat perguruan tinggi tersebut berhasil mengikuti (PSPPI). Tepat pada hari Rabu 08 maret 2017 di kampus UMI Launching (PSPPI) yang di gelar di Auditorium Al- Jibra kampus II UMI. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Agus Puji Prasetyono dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Dengan adanya PPI diharapkan mampu memajukan daya saing dunia . Arah pembangunan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan ini harus di dorong dengan industri besar untuk kesejahtraan dan untuk menuntaskan kemiskinan, itu harus melibatkan segala aspek. Olehnya, Bapak Jokowi selalu bilang bahwa kita membangun Indonesia harus dimulai dari Desa. Hal itu sejalan dengan banyaknya Insinyur di indonesia, harapannya mampu memberikan sebuah perubahan bagi Bangsa dan Negara. Berikut awak Cakrawala melakuakan wawancara bersama Bapak Agus Puji Prasetyono.

Apasih peran PPI ?

Banyak industri masuk ke indonesia dan kita hanya jadi penonton hal ini jangan sampai terjadi dengan Kita jangan sampai menjadi penonton, kita tidak boleh melihat industri hanya dari luarnya saja tetapi kita harus masuk kedalam inti dari teknologi dan meneliti sehingga kita bisa mandiri dalam lima sampai sepuluh tahun kedepan. Nah itu harus kita lakukan maka program-program profesi insinyur ini perlu dilakukan dilakuakan secara masif,

Apakah penting PPI di Perguruan tinggi ?

semua yang memiliki perguruan tinggi di Indonesia perlu membuat program studi profesi insinyur karena disetiap daerah karakteristiknya berbeda-beda, misalkan kita berbicara industri di papua pasti berbeda dengan industri di jawa, dari segi manusianya juga pasti berbeda sifatnya nah ini hanya mampu di tanggulangi oleh kepemimpinan demokrasi yang mampu mengakomodir segala bidang ilmu, misalkan marketing, manajemen sumberdaya manusia, ekonomi. Itu bisa dilakukan sehingga profesi ini sangat penting.

Apasih Pentingnya PPI dalam sebuah perubahan ?

Tambang, hutan,transportasi, hasil laut dan semua pasti melibatkan profesi insinyur, nah itulah yang menjadi persoalan yang harus ditetapkan bahwa kita ini ingin di pinang oleh negara lain kita lihat kemarin Raja Salman datang ke indonesia, kemudian raja dari cina, taiwan, dan sekarang sedang menerima presiden dari srilangka, nah ini semua adalah ingin semua berpatner dengan indonesia untuk membangun ekonomi dan untuk kepentingan mereka juga, jangan sampai adanya mereka kita hanya menjadi penonton, yang kaya mereka, dan kita tetap miskin.

Apasih yang harus kita lakukan dengan adanya PPI ?

Kita harus memiliki sumberdaya manusia yang terampil, memiliki organisasi inofasi yang kuat, memiliki karakter-karakter marketing yang tangguh dan pasti akan menjadi negara yang mandiri dan berdaulat dibidang teknologi.

Bagaimana penyebaran profesi insinyur ini di indonesia?

Dalam waktu dekat ini akan ada 40 perguruan tinggi yang kita cadangkan berdasarkan kemampuan saat ini, dia bisa melakukan pendidikian profesi insinyur. Pertama adalah menghadapi MEAN pada saat ini yang bebas dan untuk program profesi ini sangat bagus karena kita kemampuan insinyur yang mulia terstandarisasi dengan baik dan tersertifikasi. Sehingga kemampuan dasar profesi insinyur itu bisa kita tentukan, apakah dia mampu bekerja sama di industri tambang, atau industri manufaktur, pertanian, kelautan, pariwisata, telekomunikasi, energi dan pengembangan kawasan strategis nasional, dan kita akan bisa mengetahui jelas karena tersertivikasi.

 

Harapan dengan adanya PPI ?

Insinyur ini kita masih sangat butuhkan, kita itu tahun ini butuh 50 ribu tapi ternyata baru 19 ribu , kita tahun 2018 itu kalau PPI ini jalan maka kita bisa menyediakan 23 ribu ditahun 2018. Tetapi kebutuhan disana sudah ada sekitar 40 ribu terus menerus kurang maka itu kita harus percepat ppi jadi, nanti akan ada 40 Perguruan Tinggi di idonesia yang memiliki fakultas teknik minimal 5 program studi itu dia bisa mendirikan ppi itu yang harus dipahami oleh semua perguruan tinggi jadi, minimal 5 nanti bisa membuat ppi kalau satu tidak boleh, duapun juga tidak boleh dan itu harus 5 fakultas teknik. Jadi penting untuk kita lakukan. saya sendiri merasa miris sekarang ini karna industri masuk begitu saja dan kita hanya jadi penonton nah itu jangan sampai terjadi. Nah insinyurlah yang harus memiliki karakter jiwa pemimpin dan kekuatan yang kuat rasional berbasis potensi dalam Negeri dan Mandiri.

Penulis         : Baso

Red.             : Anjas

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *