AMU: Panggung Bebas Ekspresi Peringati AMARAH

AMU: Panggung Bebas Ekspresi Peringati AMARAH

Penulis: Gayatri Resqi Wulandari Gani

Makassar,Cakrawalaide.com- Aliansi Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (AMU) Makassar, gelar kegiatan “Panggung Bebas Ekspresi” memperingati April Makassar Berdarah (AMARAH) di parkiran depan Fakultas Pertanian UMI. Senin, (25/04/22).

Kegiatan Panggung Bebas Ekspresi yang dilakukan oleh AMU dan beberapa organ merupakan agenda lanjutan untuk memperingati peristiwa AMARAH dua puluh enam tahun silam, tepatnya pada tahun 1996 yang menewaskan tiga mahasiswa Universitas Muslim Indonesia akibat tindak kekejaman para aparat.

Panggung Bebas Ekspresi menjadi wadah pertunjukkan para mahasiswa Universitas Muslim Indonesia untuk menampilkan ekspresinya, adapun rentetan acara yang dilakukan seperti pembacaan kronologi kejadian AMARAH,pembacaan puisi, menyanyi, dan lain-lain

Uye selaku jenderal lapangan (jenlap) mengungkapkan AMARAH yang merupakan bukti pelanggaran HAM yang dilakukan oleh para aparat perlu adanya tindakan serius dari pihak pemerintah maupun birokrasi kampus untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM.

“Berbagai upaya dan inisiatif telah dilakukan untuk terus mendorong adanya penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu, yang terus disuarakan oleh masyarakat sipil, keluarga korban ataupun para korban itu sendiri. Inisiatif-inisiatif yang dilakukan masyarakat sipil dan semua orang yang menginginkan keadilan bagi korban dan pelaku pelanggar HAM tak kunjung mendapatkan kepastian,” ungkapnya.

“Agenda yang dilaksanakan tiga hari berturut-turut dalam memperingati AMARAH merupakan bentuk protes atas tindakan yang dilakukan para aparat yang menewaskan tiga mahasiswa UMI yang sampai saat ini belum juga adanya tindak keadilan bagi para korban dan kami sangat mengecam setiap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh siapapun termasuk negara dan menuntut negara dengan segera melakukan penyelesaian terhadap kasus pelanggaran HAM yang terjadi sebagaimana seharusnya. Kami juga mengecam segala tindakan kampus UMI yang menekan kebebasan berekspresi mahasiswa dan menuntut birokrasi UMI mengawal kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada peristiwa AMARAH dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan demokrasi di kampus UMI,” lanjutnya.

Ical selaku pengisi acara mengungkapkan
masih banyaknya kasus pelanggaran HAM yang terjadi menjadi surut dan tidak adanya tindakan dari pihak pemerintah untuk menanganinya, padahal hak kebebasan berpendapat atau HAM telah diatur di dalam konstitusi.

“Kurang lebih dua dekade sudah agenda penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu tak juga tuntas. Komitmen penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu tampak surut, harus kita ketahui bahwa negara bukan hanya bertanggung jawab dalam pemenuhan HAM tetapi juga menyediakan standar keadilan bagi korban pelanggaran HAM, pemerintah juga tidak boleh menggunakan beragam alasan untuk menunda atau menolak kewajibannya tersebut. Aturan perihal tanggung jawab negara tersebut telah diatur dalam Hukum Perjanjian Internasional mengenai Hukum HAM Internasional sampai pada Undang-Undang Nasional Mengenai Hak Asasi Manusia, tetapi dengan banyaknya aturan yang mengharuskan negara melakukan penyelasaian terhadap kasus pelanggaran HAM sampai saat ini banyak kasus pelanggran HAM hanya berujung pada pengabaian pemerintah terhadap kasus HAM tersebut,” ungkapnya.

Dani selaku pengisi acara juga mengharapkan kegiatan AMARAH dalam mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM tidak selesai sampai di sini saja tetapi perlu adanya dorongan setiap saat untuk segera mengusut atau menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang terjadi

“Kegiatan AMARAH yang kita lakukan pada hari ini jangan hanya menjadi momentum yang disuarakan setiap setahun sekali tetapi perlu adanya tindakan lanjutan yang dilakukan setiap saat untuk segera mendorong menyelesaikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) disekitar kita,” harapnya.

Adapun tuntutan dari Aliansi Mahasiswa UMI :
1. Usut tuntas pelaku pelanggar HAM masa Lalu
2. Wujudkan demokratisasi kampus
3. Lakukan transparansi akuntable di UMI
4. Libatkan mahasiswa dalam penetapan kebijakan kampus
5. Terapkan Permendikbud No 30 Tahun 2021 di UMI

Redaktur: Muh. Arif Setia Budi

redaksi

11 thoughts on “AMU: Panggung Bebas Ekspresi Peringati AMARAH

  1. Today, I went to the beachfront with my kids. I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She placed the shell to her ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear. She never wants to go back! LoL I know this is entirely off topic but I had to tell someone!

  2. What’s Taking place i am new to this, I stumbled upon this I’ve discovered It positively useful and it has helped me out loads. I hope to give a contribution & help other users like its aided me. Great job.

  3. I got what you intend, thankyou for putting up.Woh I am glad to find this website through google. “Delay is preferable to error.” by Thomas Jefferson.

  4. wonderful submit, very informative. I wonder why the other experts of this sector don’t realize this. You must proceed your writing. I’m sure, you have a great readers’ base already!

  5. I like what you guys are up also. Such smart work and reporting! Keep up the excellent works guys I have incorporated you guys to my blogroll. I think it will improve the value of my web site 🙂

  6. I’m typically to blogging and i really admire your content. The article has actually peaks my interest. I am going to bookmark your web site and preserve checking for brand spanking new information.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.