Berbagi Kisah Dengan Eka Kurniawan di MIWF 2016

Makassar, cakrawalaide.com – Eka Kurniawan siapa yang tidak dengan Penulis asal Tasikmalaya ini yang memulai karirnya di tahun 2000 dan mulai dikenal pada Tahun 2002 karna sebuah novel yang ia tulis berjudul Cantik itu Luka yang sudah di terjemahkan dalam 2 bahasa yaitu Jepang dan Malaysia.

Sore ini 20 Mei, Makassar Internasional Write Festival 2016 atau yang biasa disingkat dengan MIWF mendatangkan Mas Eka sebutan yang digunakan untuk menyapanya. Dalam kesempatan kali ini beliau menceritakan bagaimana ia memulai karirnya menjadi seorang penulis yang setelah ia menyelesaikan kuliah pada tahun 1999 di Djogja, Mas eka menceritakan bagaimana ia selama di Djogja setiap harinya ia menghabiskan waktu 8 jam sehari untuk menulis, pada saat itu novel yang ia tulis ialah Novel Cantik Itu Luka. Novel yang akhirnya menganggkat Nama Eka Kurniawan sebagai salah satu penulis ternama di Indonesia.

Kemudian pada Tahun 2003 ia pindah ke jakarta dan kembali menulis Novel yang berjudul Lelaki Harimau, semasa tinggal di jakarta ia menghabiskan waktu dari jam 10 pagi sampai jam 3 siang untuk menulis novelnya tersebut, dan itupun hanya menggunakan Sebuah buku Tulis dan tanpa menggunakan laptop, Mas Eka juga menuturkan kalau menulis pada komputer akan lebih baik jika tulisan kita di print terlebih dahulu kemudian dibaca dan direvisi atau dicorat-coret dikertas ketimbang menghapusnya pada komputer.

Dalam diskusi nya sore ini beliau menceritakan Novel pertama yang ia baca ialah Novel 1001 malam, novel yang menceritakan tentang Seorang Putri yang di Tiduri oleh Seorang Pangeran dan setelah berhasil meniduri Sang Putri, Pangeran lalu meninggalkannya. Dari situlah Mas Eka ini kemudian Menulis cerita Multiplot itu tidak seperti lagi cerita dengan novel 1001 malam yang ia baca pertama kali .

Diskusi bersama Mas Eka ini Juga dihadiri oleh Sutrada ternama yaitu Mira Lesmana. Beliau juga menjawab beberapa pertanyaan dari para hadirin pada sore itu, salah satunya ialah pertanyaan bahwa Novel apa saja ia yang suka baca sebelum ia menjadi seorang penulis yang hebat seperti sekarang ini. Dia menuturkan Bahwa ia salah satu penggemar Novel Horror Indonesia seperti Novel Horror Picisan karya Abdullah. menurut Mas Eka sendiri “ia adalah salah satu penulis produktif yang mampu menghasilkan novel horror pada saat itu”.

Acara diskusi ini kemudian ditutup dengan pemberian hadiah berupa Novel – Novel karya Mas Eka kepada 2 penanya terbaik dalam diskusi tersebut.

Penulis : Sasty
Red : Mari

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *