HIMAHI-UNIFA memperingati International Day, bertajuk “Standing in Solidarity Against Human Trafficking”

HIMAHI-UNIFA memperingati  International Day, bertajuk  “Standing in Solidarity Against Human Trafficking”

Penulis: Ardyansyah Rahmat

Makassar, Cakrawalaide.com-Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Fajar (HIMAHI UNIFA) Memperingati hari International Day dengan melaksanakan kegiatan pameran fotografi dan diskusi pemutaran film dengan tajuk “Standing in Solidarity Against human Trafficking” Pelataran Kampus UNIFA, Jl.Prof. Abdurahman, Makassar, kamis (4/04/22)

Kegiatan ini di hadiri oleh tamu undangan dari berbagai organisasi, kegiatan ini selain menampilkan pameran fotografi, juga di isi dengan pemutaran dan diskusi film, The Unheard Voice, lapak komunitas dan panggung ekspresi.

Ratu Aulia selaku ketua HIMAHI mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekedar hanya memperingati hari International Day saja tetapi untuk membangun kesadaran kepada masyarakat untuk dapat mencegah masalah ini

“Untuk lebih meningkatkan rasa awaraness terhadap isu human trafficking (perdagangan orang) ini karena pada kenyataannya masih ada beberapa saudara kita yang menjadi korban dari pada human trafficking ini” Ucapnya.

Ketua Solidaritas Perempuan Angin Mammiri Suriyani, salah satu narasumber kegiatan ini menuturkan bahwa Kegiatan ini sangat positif sehingga sangat menarik untuk di kembangkan dan mengundang Pembicara-pembicara dari luar dan menghadirkan testimoni langsung.

“gambaran kasus human trafficking ini dari tahun ketahun semakin meningkat termasuk bagaimana buruh migran khususnya perempuan kemudian menjadi korban perdagangan orang ini” Tutur suriyani.

Ia juga menambahkan salah satu langkah meminimalisir human trafficking yaitu perlunya sosialisasi ke lingkungan masyarakat, selain itu harus di tumbuhkan kesadaran baik pada masyarakat maupun pada pemerintah yang berwenang.

“cara meminimalisir yaitu kita harus terus mensosialisasikan soal bagaimana bahaya Human trafficking ini, dan bagaimana menyampaikan informasi kepada calon-calon pekerja migran misalnya soal memilih imigrasi yang aman, yang berdokumen dan pada orang tua bagaimana mereka di edukasi bagaimana bahaya human trafficking ini, dan bagaimana kemudian negara mengambil peran yang betul-betul memaksimalkan perlindungannya terhadap korban-korban human trafficking,” tambahnya

Rusmita Awani salah satu pengunjung kegiatan ini juga menyampaikan pandangannya bahwa terkait human trafficking, ini butuh perhatian lebih dari pada pemerintah baik itu segi mental maupun finansial.

“Human trafficking di Indonesia sangat jelas dan masih kurang di perhatikan oleh pemerintah, selain itu kurangnya sosialisasi dan banyaknya tekanan baik dari segi mental maupun finansial membuat masyarakat kita terjebak dalam human trafficking, dan kurangnya penanganan terhadap human trafficking oleh pemerintah Indonesia itu sendiri, ” tutupnya.

Redaktur: Sahrul Fahmi

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.