Ini Alasan Kenapa Pembangunan di UMI Selalu Monoton

Makassar, cakrawalaide.com — Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang telah berkomitmen dengan visinya menuju universitas kelas dunia (World Class University) dalam pemilihan rektor tahun 2010 lalu, mengharuskan jajaran birokrasi untuk menjaga konsistensi tersebut, memoles UMI dengan segala pembangunan-pembangunan fisik adalah satu dari sekian banyak item program untuk meraih predikat World Class.

Beberapa pembangunan yang kini mulai tampak adalah pembangunan lahan parkir, pembangunan gedung Laboratorium Farmasi yang telah rampung, pembangunan gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan beberapa rehabilitasi gedung-gedung lama seperti Fakultas Hukum, dan Fakultas Teknik. Juga beberapa bangunan lain, diluar area kampus sebagai pusat akademik.

Namun, beberapa bangunan yang telah berdiri dan beberapa perencanaan dalam bentuk gambar, mendapat kritikan dari berbagai pihak. Beberapa pihak seperti dosen sampai mahasiswa sendiri mengatakan dalam hal desain bangunan yang UMI jalankan cenderung monoton (itu-itu saja), kurang kreatif sehingga tidak mempunyai sisi yang menarik.

Menjawab hal tersebut, direktur PT. Ukhuwah UMI Teknik, Sudharma. Sudharma menjelaskan bahwa bangunan yang ada di UMI monoton karena yang PT.Ukhuwah UMI Teknik kerjakan adalah desain bangunan lama yang digambar tahun 1990-an disaat rektor saat itu masih Abdurahman Basallamah. Sambil memperlihatkan gambar-gambar rancangan proyek kepada awak cakrawalaide.com ia mengatakan

“bangunan luar memang telah didesain seperti itu, dan kami tidak ubah, yang kami ubah hanya gambar dalam. Ini semua kami ubah berdasarkan potensi fakultas, dan kelayakannya” ujarnya

Sistem Pembangunan Satu Pintu dan Kurangnya Keterlibatan Pihak Lain

Dalam melakukan Seluruh kegiatan yang terkait dengan pembangunan fisik yang ada di UMI harus melalui satu pintu, yaitu melalui PT.Ukhuwah UMI Teknik. Hal ini menurut Baso Asnang, Dosen Jurusan Aristektur, sistem menajemen seperti ini punya alasan untuk memudahkan sistem check management sekaligus mengantisipasi penyelewengan dana dilingkaran usaha yang akan menggenjot keuangan UMI dalam hal pertumbuhan kualitas akademik.

Namun disisi lain, sistem seperti ini punya kekurangan, salah satunya adalah masalah konstruksi dan gedung-gedung yang monoton“jelas hal ini punya kelemahan, yaitu membatasi kreativitas orang-orang UMI tapi tidak masuk dalam PT.Ukhuwah UMI Teknik” ujarnya kepada cakrawalaide.com saat ditemui

Baso Asnang, kemudian memberikan salah satu studi kasus manajemen swa kelola di kampus Universitas Islam Indonesia, dalam kampus tersebut menurutnya Fakultas Teknik dan perencanaannya membuat sebuah wadah yang independen dan didalamnya ada dosen dan mahasiswa. Tujuannya adalah memberikan kepercayaan penuh atas pembangunan apapun oleh universitas. Mahasiswa dan dosen nantinya akan mendesain kemudian diserahkan kepada pihak universitas (yayasan) untuk ditenderkan. “sebuah manajemen yang sangat baik dan melibatkan semua, membuka aktualisasi seluas-luasnya bagi dosen dan mahasiswa” pungkasnya.(*)

Penulis: Ayi Wallacea
Red: Herman

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.