Mahasiswa Sastra Kembali Melakukan Aksi

lawarMakassar, cakrawalaide.com — Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI), kembali melakukan aksi protes terhadap pihak fakultas yang mengeluarkan surat keputusan skorsing kepada tiga mahasiswa atas nama Tri Kuntoro, Syaiful Ahmad dan Illa, aksi dilakukan di depan Fakultas Sastra sekitar pukul 14.00 WITA Senin (13/10).

Masing-masing mahasiswa yang mendapat skorsing adalah ketua himpunan bahasa inggris, sekretaris himpunan dan mantan ketua himpunan. Ketiganya diskorsing dengan alasan melakukan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) tanpa ada izin dari pihak birokrasi Fakultas Sastra dan menggangu proses akademik.

Tindakan birokrat itu dinilai tidak objektif, ketika meninjau peraturan akademik yang ada di Fakultas Sastra. Pelanggaran yang dilakukan oleh para pengurus Himpunan itu, ternyata adalah  pelanggaran yang ringan. “Itu wajib di tegur sebanyak tiga kali, bukan langsung diskorsing seperti apa yang dilakukan oleh pihak fakultas” ujar Aro koordinator aksi.

Dalam aksi tersebut salah seorang peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), mangatakan bahwa kegiatan yang diikutinya tersebut betul – betul tidak mengganggu proses akademik, karena menurutnya kegiatan itu dilaksanakan di Tanjug Bayang, tepat pada hari Sabtu – Minggu. “Fakultas Sastra tidak ada proses perkuliahan pada hari itu, lagi pula kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan tidak ada kekerasan kepada peserta,” jelasnya.

Saat menghadiri pembahasan skorsing dalam rapat senat fakultas yang dilaksanakan oleh pihak Fakultas Sastra dan dihadiri beberapa perwakilan dari massa aksi Senin (13/10). Salah satu awak Cakrawala IDE, diusir dari ruangan rapat saat meliput. Karena pihak fakultas tidak mau ketika masalah  tersebut diketahui oleh masyarakat dan mahasiswa yang ada di UMI, sehingga rapat senat itu berjalan tertutup.(*)

Penulis: Bur  tho kalao – lao
Red: Her

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *