Maraknya Pencurian Motor, Mahasiswa UMI Menuntut Pihak Kampus

WR III UMI, Prof. Ahmad Ghani sedang berdialog dengan Massa Aksi Mahasiswa yang memprotes maraknya pencurian motor di lingkungan Kampus II UMI / Foto : Abbas
WR III UMI, Prof. Ahmad Ghani sedang berdialog dengan Massa Aksi Mahasiswa yang memprotes maraknya pencurian motor di lingkungan Kampus II UMI / Foto : Abbas

Makassar, cakrawalaide.com – Kasus pencurian motor yang marak terjadi di kampus UMI, membuat mahasiswa angkat bicara. Mahasiwa yang tergabung dari Fakultas Agama dan Fakultas sasatra UMI menyampaikan tuntutanya dengan berorasi di depan Kantor Wakil Rektor III UMI, Selasa (17/11). Pasalnya, kasus pencurian motor yang marak terjadi selama ini tidak direspon oleh pihak birokrasi kampus.

“SPP dan BPP yang mahal seharusnya sesuai dengan tingkat keamanan yang bagus” kata Ipul salah satu mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut. Setiap tahun, biaya SPP  terus mengalami peningkatan tentunya harus seimbang dengan pelayanaan terutama keamanan kampus dengan menambah Satpam di tiap fakultas, seperti fakultas sastra dan fakultas agama yang belum memiliki Satpam sehinggga pencurian motor sering terjadi. Dalam seminggu ini, terhitung sudah 4 (empat) motor yang hilang di fakultas agama dan sastra.

“Keamanan kampus harus dioptimalkan seperti langkah yang kongkrit dan segera mengganti rugi atas motor yang hilang” kata Burhan yang menjdi korlap dalam aksi tersebut. Pemberlakuan kartu parkir dan pengadaan CCTV di setiap fakultas harus ada pasalnya sampai hari ini fakultas sastra dan agama belum mempunyai fasilitas yang memadai terkait pengamanan.

Dalam aksi ini, mahasiswa kemudian bertemu dengan Wakil Rektor III bidang Kemahasiwaan Prof.Ahmad Ghani. Dalam penyampainyan pihak kampus akan mengganti rugi setiap mahasiswa yang kehilangan motor. “Pihak kampus akan bertanggung jawab terhadap kasus pencurian motor ini dan akan mengganti motor yang hilang dengan syarat menyerahkan berkasnya seperti kelengkapan surat motor yang hilang dan KTP atau kartu mahsiswa” jelasnya. Dia menambahkan alasan kenapa kartu parkir yang selama ini tidak berjalan lagi karena banyak mahasiwa yang tidak mengembalikan kartu parkirnya. Namun, ia berjanji akan memberlakukan sistem itu kembali dan menambah personel keamanan minimal tiap fakultas harus ada serta memeriksa STNK motor yang masuk ataupun keluar dalam kampus UMI.

Minimnya personel keamanan kampus juga menjadi kritikan tersendiridan dianggap sebagai salah satu penyebab maraknya pencurian motor. “Kampus yang luas tidak bisa aman kalau satpamnya cuma tujuh orang sementera fakultas yang ada di UMI ada 13 fakultas. Ini memungkinkan peluang terjadinya kehilangan motor, sudah menjadi kewajiban kalau UMI harus meningkatkan keaman seperti penambahan satpam dan CCTV di setiap fakultas sehingga bisa meredam kasus pencurian motor” ujar Amal, salah seorang yang tergabung dalam aksi tersebut.

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap birokrasi kampus yang seharusnya bertanggung jawab dalam kasus ini namun tidak ada langkah yang nyata atau tegas. ”Kami akan mengawal kasus ini sampai pihak birokrasi memenuhi tuntutan kami” kata Ipul.

 

Penulis : Abbas
Red : Ukhay

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.