Mencari Kebenaran dalam Berfilsafat

Buku Dunia Sophie. / Sumber : www.google.com
Buku Dunia Sophie. / Sumber : www.google.com

Judul Buku                           : Dunia Sophie (NovelFilsafat)
Penulis                                  : Jostein Gaarder
Penerbit                                : PT. Mizan Pustaka
Tahun Terbit                       : 2008,2010,2015
Cetakan                                : Ke 17 (September 2015)
Jumlah Halaman               : 800 Halaman
ISBN                                     :978-979-433-574-1

Sophie seorang  pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahun. Suatu hari sepulang sekolah dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan “siapa kamu?”. Belum habis kebenarannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya “darimanakah datangnya dunia”. Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu membuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini, Dimana rasa keingintahuannya timbul untuk mulai belajar filsafat dalam mencari kebenaran.

Novel dari karya Jostein Gaarder ini adalah sebuah novel tentang sejarah filsafat sejak awal perkembangannya di Yunani hingga abad kedua puluh. Menyajikan sejarah filsafat dalam bentuk novel ini adalah suatu hal yang unik. Dengan cara ini, filsafat yang terkesan sulit dan berat untuk dipelajari dapat disampaikan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna.

Kegairahan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang makna dan tujuan hidup, bagaimana cara hidup yang baik dan pertanyaan tentang asal-usul alam semesta, misalnya tak dibatasi oleh usia dan tempat. Setelah semua yang telah dicapai dalam hidup ini, lagi-lagi orang akan terbentur pada pertanyaan yang sama. Tidak memperdulikan pertanyaan-pertanyaan ini membuat hidup dijalani dengan tidak sadar. Tapi tak banyak orang yang berani menghadapi pertanyaan mendasar hidupnya dengan terbuka karna  prosesnya akan sulit dan menyakitkan. Novel ini melalui gaya tuturnya yang ringan, mengajak kita untuk menjadi yang berani menghadapi tantangan filosofis itu.

Filsafat adalah ilmu yang mengawang-ngawang. Mengawang bisa berarti terlalu tinggi dan rumit, hingga tak mudah dicerna oleh kebanyakan orang. Tapi mengawan juga bisa berarti: tidak realistis,konyol,kegiatan orang yang kurang kerjaan. Lebih buruk lagi, dalam situasi penuh keagamaan yang meledak-ledak, filsafat biasanya bahkan dilihat sebagai kebebasan nalar yang liar dan “arogan”, semacam ancaman menuju kekacauan, bahaya tafsir bebas yang mengarah pada kemurtadan, atau bahkan sejenis gejala kegilaan.

Namun di sisi lain filsafat itu sesungguhnya tidak mesti dilihat seburuk itu. Pada dasarnya filsafat adalah gerak nalar yang wajar, sealamiah bernapas, aliran pikiran yang pada titik tertentu tak bisa di bungkam dan dihentikan. Filsafat adalah sistemasi pengalaman bernalar dan kecenderungan ingin tahu, yang telah kita miliki sejak kanak-kanak. Kecenderungan yang ironisnya sering kali justru menjadi rusak akibat jawaban-jawaban yang berpetensi mutlak dari berbagai macam bentuk pengetahuan (tradisi,sains,ideologi,terutama agama). Filsafat adalah pengalaman yang bergulat hendak merumuskan kerumitan dirinya yang sebenarnya tak terumuskan. Suatu upaya tanpa akhir untuk memahami kenyataan yang mungkin tak akan pernah tuntas terjelaskan.

Penulis : Ahadri

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.