Penggusuran Sekretariat UKM, Supir Excavator : Kami Hanya Diminta Membersihkan

Penggusuran Sekretariat UKM, Supir Excavator : Kami Hanya Diminta Membersihkan

Penulis: Salsadilla Rahim

Makassar, Cakrawalaide.com – Kasus dua mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang dipolisikan sampai saat ini belum menemui titik temu. Informasi baru menguak kepermukaan terkait penggusuran sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dilakukan pihak kampus pada 16 Oktober lalu, pemilik dan operator excavator membeberkan bahwa pihaknya sama sekali tidak megetahui bahwa hari itu akan dilakukan penggusuran melainkan hanya diminta oleh pihak kampus untuk membersihkan. Rabu (17/11/2021).

Ditemui di kantornya, Gama (pemilik excavator) dan Sulaiman (operator excavator) mengungkapkan alasan kampus UMI menyewa excavator dan jasa operator dengan tujuan untuk melakukan pembersihan bukan penggusuran.

“Kalau soal itu, memang saya diminta oleh pihak kampus hanya untuk melakukan pembersihan dilingkungan belakang UKM,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman menambahkan bahwa jika hari itu ia mengetahui bahwa akan dilakukan penggusuran, ia dan bosnya dengan terang-terangan menolak penyewaan alat berat oleh dengan pihak kampus UMI atau terlebih dahulu menanyakan apa dan dimana penggusuran dilakukan.

“Kalau dari kampus memang bilang untuk membersihkan, saya juga tidak tahu-menahu soal kabar penggusuran, saya tidak tahu apa-apa memang hanya diminta untuk bersihkan bagian belakang,” tambahnya.

Gama dan Sulaiman Saat Ditemui di Tempat Kerja

Gama, selaku pemilik alat berat (excavator) membenarkan yang dikatakan oleh Sulaiman perihal alasan peminjaman alat berat.

“Saya tidak tau namanya, cuma bilang katanya dari UMI. Saya pikir dekatji dari sini bisa langsung ke sana kalau ada apa-apa. Dan iya mereka datang katanya mau sewa alat kami cuma untuk membersihkan,” lanjut Gama.

Ardi, salah satu anggota UKM yang terdampak akibat proses penggusuran yang tidak sesuai prosedur tersebut mengutarakan bahwa alat berat masuk dan langsung saja melakukan penggusuran tanpa ada pemberitahuan secara resmi melalui surat bahwa hari itu akan dilakukan penggusuran.

“Tidak ada pengecekan, pemberitahuan lisan maupun tulisan. Mereka langsung masuk dan kemudian merobohkan salah satu bangunan UKM seni yang di dalam sekretariat masih sementara ada orang tidur,” tegasnya.

Ardi juga mengkonfirmasi di salah satu petugas keamanan kampus pada hari sebelum kejadian, bahwa memang benar alat berat yang pada saat itu terparkir di samping Fakultas Hukum digunakan untuk pembersihan bukan penggusuran.

Ketika dihubungi untuk dimintai konfirmasi oleh awak Cakrawalaide, Nasir yang bertugas sebagai penanggungjawab pengosongan sekretariat sekaligus staf di bidang kemahasiswaan tidak menjawab Telpon maupun membalas chat.

Perlu diketahui beberapa jam setelah kejadian di tanggal 16 Oktober, Gama dan Sulaiman menemui pihak rektorat untuk mencari solusi dari permasalahan yang terjadi karena cermin semua sisi excapator pecah. Namun saat mereka menemui pimpinan di Lt.9 Gedung Rektorat UMI, jawaban yang didapatkan adalah apabila tidak senang, silahkan buat laporan.

Sampai saat ini, pelapor dari pihak Gama dan Sulaiman dan terlapor dari pihak mahasiswa masih menunggu itikad baik kampus untuk memberikan kejelasan.

Redaktur : Nunuk

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *