Penilaian Adendum Amdal RKL -RPL Diwarnai Keluhan Warga

suasana rapat KPA / Foto : Fai
suasana rapat KPA / Foto : Fai
Makassar, Cakrawalaide.com – Warga pesisir makassar menyampaikan keluhan di rapat KPA penilaian adendum amdal RKL – RPL di kantor gubernur sulawesi selatan, kamis(11/2). Berbagai keluhan yang mencuat dalam rapat tersebut mengacu pada bentuk – bentuk pelanggaran ekosob, khususnya pada permasalahan tempat tinggal dan lokasi mata pencaharian warga yang sebagian besar nelayan dan pencari kerang.

“karena banyaknya itu pembangunan, nenekku sudah tidak bisa cari yang di situ, kalau memang pembangunan untuk masyarakat kenapa justru merugikan,” ujar Samsurya, salah satu warga mariso.

Nenek dari samsurya sendiri adalah seorang pencari kerang (tude) di wilayah mariso. Dia menambahakan tak hanya kehilangan mata pencaharian, banjir juga menggenangi pemukiman ia tinggal.Saat ini ada 45 rumah warga telah dibakar dan ada dua perahu nelayan juga dibakar karena agenda reklamasi pesisir makassar.

Selain itu, daeng bollo, salah satu warga pesisir mariso yang tak memiliki tempat tinggal karena rumahnya telah dibakar juga tak tinggal diam. Dala rapat, dia menyampaikan mengenai kondisi yang dialaminya di emperan bangunan Celebes Convention Center makassar.

“ saya sudah ketemu DPRD dan pemerintah akan tetapi saya hanya diberi janji dan disuruh sabar,” tutur Daeng Bollo. Dalam sesi tanggapan, beberapa masyarakat juga menyampaikan keluhan seperti banjir yang terjadi di wilayah Lette dan persoalan akses nelayan yang semakin terbatas akibat aktifitas penimbunan.


Penulis : Cappa
Red : Hutomo

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *