Petani Camba Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk

Petani Camba Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk

Penulis : Muh. Irsan Umar

Makassar, Cakrawalaide.com- Salah satu pengecer pupuk diduga telah melakukan kecurangan dengan OVER HET( Terlalu Tinggi dari Harga Eceran Tertinggi) di Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba,Kabupaten Maros. Rabu, (16/2/2022).

Awal Tawakkal, selaku warga mengatakan bahwa setelah melakukan penelusuran di lapangan, beberapa petani mengeluhkan harga pupuk yang lumayan tinggi.

” Harga yang ditawarkan oleh pengecer kepada para petani, sangat terbebani, dilain sisi harga beras semakin turun, sedangkan harga pupuk semakin tinggi, dengan perbandingan HET(Harga Eceran Tertinggi) dan harga yang ditawarkan sangat jauh, harga Pupuk Urea sebesar Rp.130.000 dan Ponska (NPK) sebesar Rp.135.000 yang seharusnya jika berdasarkan harga eceran tertingginya, Pupuk Urea seharga Rp.112.500 sedangkan Pupuk Ponska (NPK) Rp.115.000,” jelasnya.

Hal tersebut jelas diatur dalam peraturan menteri Pertanian dengan nomor 771/KPTS/SR.320/M/12/2021 tentang Penetapan Alokasi Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian tahun anggaran 2022.

Irwan, yang juga merupakan salah satu warga lainnya ikut angkat bicara terkait harga pupuk yang terlampau tinggi dari harga aslinya, mendapat tanggapan dari pemilik toko bahwa ia tidak akan menjual pupuknya dengan harga yang ditawarkannya dan akan menutup gudang tersebut.

Sebelumnya Irwan sempat meminta nota pembayaran pembelian pupuk ke gudang tersebut, namun nihil. Pengecer tetap tidak ingin memberikan nota pembayaran tersebut.

Selaku petani, Ramang menyampaikan pula keresahannya terkait harga yang kian melonjak naik.

” Selama ini kita petani merasa resah juga dirugikan sebab tidak sesuai dengan HET(Harga Eceran Tertinggi) dan tidak memberikan nota pembelian saat membeli jenis pupuk yang diinginkan, perlu kita ketahui bersama bahwa pupuk subsidi yang dijual pengecer adalah kuota petani berdasarkan usulan melalui E-RDKK dan sepengetahuan saya persoalan transport dan buruh sudah include dengan harga eceran tertingginya,” ungkapnya.

Abdul Kadir, merupakan Kepala Desa tersebut berharap masalah ini secepatnya dapat diselesaikan oleh instansi terkait agar adanya penyamarataan HET(Harga Eceran Tertinggi) di Kabupaten Maros, khususnya di Kecamatan Camba yang memang perlu ditertibkan agar para petani mendapatkan haknya dan mengurangi beban petani.

Redaktur : Salsadilla Rahim

redaksi

10 thoughts on “Petani Camba Keluhkan Kenaikan Harga Pupuk

  1. I know this if off topic but I’m looking into starting my own blog and was curious what all is required to get setup? I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I’m not very web smart so I’m not 100 positive. Any suggestions or advice would be greatly appreciated. Kudos

  2. Thanks for the sensible critique. Me and my neighbor were just preparing to do a little research on this. We got a grab a book from our area library but I think I learned more clear from this post. I’m very glad to see such great information being shared freely out there.

  3. Hi there! This post couldn’t be written any better! Reading through this post reminds me of my previous room mate! He always kept talking about this. I will forward this article to him. Pretty sure he will have a good read. Thank you for sharing!

  4. I’m really impressed together with your writing talents as smartly as with the layout for your weblog. Is this a paid subject or did you modify it your self? Anyway stay up the nice high quality writing, it is rare to peer a nice weblog like this one today..

  5. I know this if off topic but I’m looking into starting my own weblog and was curious what all is needed to get setup? I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I’m not very internet smart so I’m not 100 sure. Any recommendations or advice would be greatly appreciated. Thanks

  6. Hey! Quick question that’s totally off topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My blog looks weird when viewing from my iphone4. I’m trying to find a theme or plugin that might be able to resolve this issue. If you have any recommendations, please share. Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.