Pihak Kampus Dinilai Tak Konsisten dengan Surat Edaran

Surat Edaran / Foto : Cappa
Surat Edaran / Foto : Cappa

Makassar, cakrawalaide.com – Pihak UMI dinilai tak konsisten terkait surat edaran sendiri. Pihak kampus Universitas Muslim Indonesia tak konsisten menjalankan surat edaran rektor Universitas mengenai peringatan April Makassar berdarah (Amarah). Beberapa organisasi mahasiswa yang melakukan aksi pada hari senin (25/4) terpaksa dibubarkan oleh pihak kampus yang berjaga dipintu keluar kampus II UMI Makassar.

 

Surat edaran nomor 2452/F.01/UMI/IV/2016 yang ditanda tangani langsung oleh rektor UMI Masrurah Muhtar menyampaikan peniadaan peringatan Amarah serta peliburan aktifitas perkuliahan tanggal 23 sampai 24 April 2016. Namun, ternyata berbagai demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dibubarkan oleh pihak kampus yang berjaga di pintu gerbang kampus UMI. Surat edaran tersebut disebar oleh pihak rektorat UMI sebelum peringatan amarah dan ditujukan kepada para Dekan fakultas, pengurus lembaga kahasiswaan dan juga mahasiswa secara umum.

 

Rio salah seorang demonstran yg melakukan aksi pada tanggal 25 April ternyata dicekal oleh pihak kampus didepan pintu keluar. Dirinya mengatakan bahwa pihak kampus sangat membatasi ruang gerak mahasiswa dan mencabut hak mahasiswa untuk melakukan aksi didepan kampus.

“Sebenarnya kalau mau mengacu pada surat edaran yang disebar, tidak ada pelarangan untuk aksi pada tanggal 25 April” ujar Rio. Dirinya menambahkan tak ada landasan yang bisa dijadikan acuan para pihak Kampus untuk melarangan aksi. Bahkan justru pihak kampus yang tidak konsisten menjalankan surat edaran yang dibuatnya sendiri.

 

Penulis : Cappa

Red : Hutomo

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.