Protes Skorsing, Mahasiswa Teknik Boikot Perkulihaan

protes mahasiswa teknik / Foto : Yudha
protes mahasiswa teknik / Foto : Yudha
Makassar, CakrawalaIDE.com – Skorsing mahasiswa kembali terjadi di kampus UMI, kali ini terjadi di Fakultas Teknik. Skorsing dikenakan kepada tiga mahasiswa jurusan Teknik Mesin yaitu RD, MR, dan AM. Keputusan birokrasi yang menjatuhkan skorsing kepada tiga mahasiswa tersebut, mendapatkan penolakan. Di pelataran Fakultas, mereka melakukan aksi protes dan memboikot Fakultas yang mengakibatkan lumpuhnya aktifitas perkuliahan, selasa (1/12).

Dalam aksi protesnya, mahasiswa menuntut agar birokrasi mencabut surat skorsing yang dikenakan kepada tiga rekannya. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya surat teguran yang kemudian dikeluarkan oleh pihak birokrasi hanya saja langsung mengeluarkan surat skorsing. Tuntutan mahasiswa agar ketua jurusan mahasiswa Teknik Mesin mundur dari jabatannya. “Hal tersebut tidak lepas dari persoalan skorsing yang menimpa saudara kami, semenjak menjadi ketua jurusan beliau tidak pernah merespon kegiatan–kegiatan jurusan mesin padahal kegiatan tersebut notabenenya mengharumkan nama baik jurusan mesin”, tutur Rachmad selaku mahasiswa Jurusan Mesin.

Setelah protes yang dilayangkan oleh mahasiswa FT-UMI, akhirnya pihak birokrasi yang didampingi Prof. Ghani menerima mahasiswa di ruang Aula Fakultas Teknik. “kami bisa mempertimbangkan hasil skorsing yang telah diberikan kemarin akan tetapi anak–anakku melalui proses administrasi dan tidak melakukan kegiatan demo seperti yang tadi”. “Terkait pertimbangannya kami akan bahas dirapat senat dan tidak dipastikan kapan keputusan kongkritnya”, lanjut prof. Ghani selaku WR III bidang kemahasiswaan.

Kami sudah mengawal surat pertimbangan agar pencabutan skorsing rekan kami dapat ditinjau kembali, suratnya sudah diantarkan melalui lembaga kemahasiswaan/senat”, lanjut Rachmad, mahasiswa Jurusan Mesin.

Penulis : cakar_ayam
Red : IDE

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *