PKL dikenakan Tarif Kebersihan di UMI

PKL dikenakan Tarif Kebersihan di UMI
Acara wisuda UMI Periode I Tahun 2017.

Makassar, Cakrawalaideide.com Pada setiap momentum wisuda, banyak penjual kaki lima memasuki kampus mencari rejeki baik itu untuk menjual minuman, makanan, jasa foto, aksesoris, dan lain-lain. Dalam perhelatan wisuda periode I tahun 2017 Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang diselenggarakan di Auditorium Al-Jilbra kampus II UMI, Minggu (07/05).

Seketika areal sekitar Al-Jibra, fakultas hukum, dan masjid dipadati oleh penjual menjajakan dagangannya. Namun mereka dikenakan tarif untuk menjual dikampus yang notabenenya kampus wakaf (kepemilikan privat).

Ditemui oleh salah satu penjual awak Cakrawala, Adit penjual jam tangan menuturkan bahwa Kemarin jam 6 pagi saat mau masuk ke dalam kampus, ditahan sama pihak satuan keamanan yang berjaga-jaga di depan gerbang, “Saya diminta bayar Rp.60.000 untuk menjual selama 2 (dua) hari, Ada bukti kwitansi pembayarannya.

Aditpun mengeluhkan tarif yang dikenakan terlalu mahal lantaran mengurangi pemasukan dari hasil dagangannya. Dalam kwitansi pembayaran tertera nama Firman Razak selaku bidang Koordinator Keamanan.

Saat ditemui awak Cakrawala, Firman menjelaskan perihal pembayaran berjualan selama acara wisuda yaitu untuk biaya kebersihan dan keamanan, “Tidak semua kami minta membayar seperti penjual asongan dan penjual bakso tusuk,” pangkasnya. Mengenai pengelolaan untuk tempat berjualan sudah diatur, “Area samping Al-Jibra dilarang berjualan, area parkiran hukum untuk dagangan baju dan aksesoris, depan parkiran WR III dan LPDKI digunakan untuk dagangan makanan,” tutupnya.

Penulis : Rio

Editor : Baso

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.