Sistem Agribisnis Menuju Pertanian Tangguh

agriculture1
Produk-produk pertanian primer / Sumber Gambar: Agribisnis-Indonesia.com

Makassar, Cakrawalaide.com – Berbicara masalah efektifitas dari hasil-hasil pertanian primer , agribisnis tak luput sebagai salah satu penunjang yang sangat berperan untuk hasil-hasil pertanian primer.

Agribisbisnis adalah yang tersinggung sejak Orde Pembangunan Nasional dimulai di Indonesia dalam bentuk Trilogi Pembangunan (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan hasil pembangunan, stabilitas yang mantap dan dinamis) yang di tetapkan oleh pemerintah dan rakyat Indonesia . Dewasa ini untuk menata Pertanian yang semakin tergerus oleh berbagai aspek-aspek yang menyudutkan pertanian, agribisnis hadir sebagai disiplin ilmu maupun media agar supaya Pertanian tetap eksis sebagai salah satu penentu keberlagsungan kehidupan.

Agribisnis terbentuk dalam suatu sistem yang tediri dari beberapa subsistem yang saling mempengaruhi antara lain:

1. Subsistem agribisnis hulu (upstream agribusiness/off-farm)
Ini merupakan kegiatan ekonomi yang menyediakan sarana produksi bagi pertanian, seperti industri dan perdagangan agrokimia (pupuk, pestisida, dll), industri agrootomotif (mesin dan peralatan), dan industri benih/bibit.

2. Subsistem produksi/usahatani (on-farm agribusiness)
Subsistem ini merupakan kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan oleh subsistem agribisnis hulu untuk menghasilkan produk pertanian primer. Termasuk ke dalam subsistem usahatani ini adalah usaha tanaman pangan, usaha tanaman hortikultura, usaha tanaman obat-obatan, usaha perkebunan, usaha perikanan, usaha peternakan, dan kehutanan.

3. Subsistem agribisnis hilir (down-stream agribusiness)(off-farm)
Berupa kegiatan ekonomi yang mengolah produk pertanian primer menjadi produk olahan, baik produk antara maupun produk akhir, beserta kegiatan perdagangan di pasar domestik maupun di pasar internasional. Kegiatan ekonomi yang termasuk dalam subsistem agibisnis hilir ini antara lain adalah industri pengolahan makanan, industri pengolahan minuman, industri pengolahan serat (kayu, kulit, karet, sutera, jerami), industri jasa boga, industri farmasi dan bahan kecantikan, dan lain-lain beserta kegiatan perdagangannya

4. Subsistem lembaga penunjang (off-farm)
Seluruh kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis, seperti lembaga keuangan, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga transportasi, lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintah (kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional, kebijakan tata-ruang, serta kebijakan lainnya).

Ke-empat subsistem tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lain, jika salah satu subsistem yang ada tidak berjalan dengan baik maka akan mempengaruhi subsistem yang lainnya (simbiosis mutualisme). Dewasa ini, agribisnis sangat berperan untuk menuju pertanian tangguh yang di inginkan oleh seluruh lapisan masyarakat terutama petani-petani kecil. Jaga alam jaga pertanian.

Penulis: Arham
Red: Diandika

redaksi

One thought on “Sistem Agribisnis Menuju Pertanian Tangguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *