Cara Sehat Meracik Obat

Obat-Tradisional
meracik obat tradisional / sumber ; wisata.balitoursclub.com

Obat merupakan suatu sediaan yang digunakan untuk menyembuhkan suatu penyakit. Obat sendiri banyak bentuknya. Cara pembuatannya pun beragam. Namun satu hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pembuatan obat yakni kondisi obat yang harus tetap higenis. Obat yang beredar dipasaran sangat beragam, ada yang dibuat denga cara tradisional dan modern.

Dalam kesempatan ini, saya akan membahas tentang cara meracik obat dengan baik sehingga obat yang kita buat dapat berfungsi sebagaimana fungsinya jangan sampai hanya karena kesalahan dalam proses pembuatannya, bahan yang niat awalnya untuk mengobati malah berfungsi sebaliknya.
Dalam pembuatan obat pada dasarnya seorang farmasis memiliki pedoman dasar literatur yakni yang sering dikenal dengan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Dibuku ini dibahas cara pembuatan semua sediaan obat. Akan tetapi jika anda bukan seorang farmasis dan mau membuat obat sendiri (cara tradisional) untuk konsumsi pribadi ada beberapa hal saja yang perlu anda perhatikan.
Pertama, ketika mau membuat obat sebaiknya bahan dasar yang ingin anda gunakan terlebih dahulu dibersihkan dengan benar. Dicuci dengan air mengalir dan sebaiknya digunakan sabun antiseptik. Setlah itu alat yang anda gunakan. Lihatlah kondisi alat yang anda gunakan, pastikan tidak ada alat yang kotor juga dan terutama berkarat. Sebaiknya bersihkan juga dengan antiseptik.
Selanjutnya proses pembuatan, pada proses pembuatan, sebaiknya tangan anda juga harus higenis dan prosesnya harus bersih, hindari kontak langsung dengan alat-alat yang belum anda bersihkan.
Dan terakhir adalah penyimpanan. Saat obat selesai dibuat, simpanlah pada tempat yang bersih dan tertutup didalam kulkas. Tujuannya agar obat yang anda buat dapat bertahan lama dan usahakan juga harus dengan penutupnya karena menghindari kontaminasi dengan udara. Apalagi untuk obat dengan penggunaan beberapa kali. Suhu yang sejuk biasanya ditujukan untuk menghindari pertumbuhan jamur pada sediaan.
Penulis : Nur Istiqomah
Red : Ayie

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *