Tiba Masa

Ilustrasi Tiba Masa. /Sumber : www.google.com

Kurekam jejak setiap bunga abad yang mulai semerbak,

Dan selalu ada pucuk dan tunas baru yang bermunculan.

Sejak aku ditanam di taman gersang,

Hampir mati dibakar mentari,

Juga hampir lenyap digilas ilalang, hampir tak berarti.

Untung saja, air hujan di kemarau panjang itu mengalir

Dan membawaku ke taman lain, sempit, kumuh, tapi tanahnya subur.

 

Disini tiba-tiba riak-riak subur itu muncul,

Meski  begitu, aku tak ingin menjadi siapa-siapa,

Karna aku bukan siapa-siapa.

Puisi dan cerita hanya menjadi kendara,

Di ujung sana, teka-teki menjadi bunga semerbak

Atau menjadi ilalang siap dipecahkan.

 

 

Penulis : Damar Al-Manakku

Mahasiswa Fakultas Sastra UMI

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.