UPKSBS : Pendidikan Inklusi Untuk Semua

UPKSBS : Pendidikan Inklusi Untuk Semua

Penulis : Siti Marsita Wiwi

Makassar, Cakarawalaide.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unit Pengembangan Kreativitas Seni Budaya dan Sastra (UPKSBS) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Melakukan pementasan teater dengan mengusung tema “Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi”, di kampus II UMI, Minggu (03/10/21).

Pementasaan teater yang dilaksanakan di depan Fakultas Pertanian merupakan kegiatan take video yang dilakukan oleh UKM UPKSBS yang nantinya akan dipublikasikan secara online. Kegiatan take video itu dimulai pada pukul 21.00 WITA yang diikuti seluruh anggota UKM Seni itu.

Ardi Ketua UKM UPKSBS menuturkan tujuan dari kegiatan ini adalah agar regenerasi keanggotaan tetap ada. Sehingga untuk menuju jenjang keanggotaan yang lebih tinggi dari anggota muda menuju anggota penuh diharapkan mampu memproduksi suatu karya.

“Batas keanggotaan muda angkatan ini akan berakhir bulan 12, syarat agar menjadi anggota penuh yaitu mampu menampilkan suatu karya berdasarkan tiap devisi. Untuk malam dari devisi teater yang melakukan take video yang nantinya akan dipublikasikan,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan ini seharusnya dilaksanakan di dalam ruangan dalam hal ini panggung teater. Namun, karena kondisi pandemi, segala kegiatan yang melibatkan banyak orang dilarang maka alternatifnya yaitu publikasikan karya secara online.

“Agar kegiatan ini tetap berjalan dan karya yang di hasilkan oleh teman-teman tetap mampu disaksikan oleh masyarakat sehingga kami melakukan take video yang nantinya akan dipublikasikan. Proses pengambilan video pun kami lakukan diluar ruangan dan tetap mematuhi perotokol kesehatan,” jelasnya.

UKM UPKSBS khususnya devisi teater kali ini mengusung tema yang menarik dalam pementasan teaternya yaitu menyoroti “Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi”. Teater tersebut diperankan oleh 3 aktor dengan masing-masing peran yang berbeda yaitu : Dela berperan sebagai penyandang tuna netra, Ahsan berperan sebagai penyandang autis dan Inna berperan sebagai penyandang tuna wicara.

Yasir sebagai pendamping dalam pementasan teater itu mengungkapkan bahwa alasan mengangkat tema tersebut ialah karena sampai saat ini penyandang disabilitas masih kerap di pandang sebelah mata saja dan pemerintah luput memberikan perhatiannya kepada penyandang disabilitas terkait pendidikan di masa pandemi.

“Pemberitaan yang sering ditayangkan di masa pandemi hanya menyoal pada sekolah umum saja, padahal ada yang lebih perlu disoroti yakni teman-teman difabel, beban mengikuti proses pembelajaran akan lebih berlipat ganda sehingga membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pesan yang berusaha ingin disampaikan dalam penampilan teater ini adalah memperlihatkan bagaimana penyandang disabilitas sangat rentan mengalami berbagai bentuk kejahatan.

“Bukan cuman soal pendidikannya saja, menurut kami teman-teman difabel itu dianggap sebelah mata, bisa dilihat mereka kerap menjadi korban pelecehan, pembulian, kekerasan dalam keluarga, lingkungan hidup, dan sekolah bahkan lebih parahnya mereka menjadi korban kekerasan seksual,” tambahnya.

Lanjut ia berharap dengan adanya pementasan teater ini dapat membuka pandangan masyarakat luas, bahwa penyandang disabilitas juga manusia sama dengan kita sehingga tidak boleh ada bentuk diskriminasi apapun.

“Mereka tidak pernah  meminta dilahirkan seperti itu, tidak ingin dilahirkan dengan kekurangan, olehnya saya berharap semoga kita tidak lagi memandang mereka berbeda dan memandangnya sebelah mata,” harapnya.

Salah satu aktor dalam teater itu yang diwawancarai setelah pementasan berakhir mengungkapkan rasa bahagianya telah mampu menampilkan yang terbaik dan berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.

“Yah perasaaan saya sangat bahagia, terharu dan bangga kerena telah menyelasaikan pemantasan ini setalah menghabiskan waktu satu bulan lebih dalam proses, baik itu observasi, riset dan latihannya. Dan rasa lelah itu terbayarkan hari ini,” Tutur Ahsan.

Ia juga menyampaikan harapannya, setelah ini penyandang disabilitas juga di perhatikan terkait pendidikannya di masa pandemi jangan hanya pendidikan umum yang di perhatikan.

“Saya berharap pemerintah memberikan perhatian yang khusus kepada para penyandang disabilitas kedepannya.” tutupnya.

Redaktur : Nurul Waqiah Mustaming

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *