FTI UMI, Melakukan Kunjungan Perusahaan Ke PT. Semen Bosowa

Belajar proses peledakan, FTI UMI Kunjungan Perusahaan Ke PT. Semen Bosowa

Makassar. Cakrawalaide.com – Mahasiswa Jurusan teknik pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI), angkatan 2014 melakukan eskursi atau kunjungan perusahaan ke PT. Semen Bosowa, Maros, (28/12).

Sebanyak 43 orang, ikut ambil bagian dalam eskursi kali ini dan merupakan pemberangkatan gelombang ke-2 dari 3 gelombang yang telah di rencanakan oleh pihak jurusan teknik pertambangan.

Kehadiran mahasiswa di sambut langsung oleh bapak Muniyani, selaku supervisor departemen blasting PT. Semen Bosowa. Muniyani mengatakan “untuk mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), yang telah ditetapkan Bosowa, dan mengharapkan peserta eskursi benar – benar mengambil pembelajaran dari kunjungannya,” Ujar Muniyani

Salah satu peserta eskursi, Reza Wardani Tonang, Mengatakan “bahwa dia bisa mengetahui secara langsung kondisi di lapangan itu seperti apa proses dan  tahapan-tahapan yang perlu di perhatikan dan dilakukan sebelum peledakan di mulai,” Ujarnya.

Alumni SMA Negeri 2 Kabupaten Pangkep ini juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak PT. Semen Bosowa karena telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk eskursi.

Kondisi tak jauh berbeda juga di utarakan oleh ketua panitia kegiatan  Khaerul.  Menurutnya kegiatan kunjungan industri ke perusahaan sangat perlu dan harus dilakukan karena bisa langsung kelapangan dan merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat baik.

Bisa dikatakan salah satu bentuk pelengkap dari teori-teori yang dipelajari dikampus adalah kunjungan langsung kedunia industri, kebanyakan teori berbanding terbalik dengan praktek, Harus diakui teori-teori yang dipelajari dikampus susah dan sukar dipelajari ternyata sangat gampang jika praktekkan secara langsung.

“semoga kunjungan industri ini tetap dijalankan bahkan sering-sering dilakukan karena dijaman sekarang mahasiswa menginginkan lebih banyak praktek dari pada teori, karena di praktek kita mendapatkan pengalaman, dan langsung menyentuh ayat-ayat dan bahan-bahan  yang digunakan bahkan merakitnya, karena pengalaman adalah guru yang terbaik,” Pungkas Khaerul.

Penulis : Rahmat Alam

Editor : Shim

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.